Datangi Bareskrim, korban desak polisi usut penipuan travel PT Garuda Angkasa Mandiri
Merdeka.com - Korban penipuan agen travel umroh naungan PT Garuda Angkasa Mandiri menyambangi kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka mengadu agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus penipuan jemaah umroh ini.
Pengacara korban umroh, Zakir Rasyidin menjelaskan, para korban ditipu sejak tahun 2014 bahkan sampai saat ini ada belum diberangkatkan. Para korban ini diiming-imingi travel murah namun uangnya tak kunjung dikembalikan.
"PT GAM terkait dengan laporan penipuan penggelapan dan pencucian uang di mana PT GAM ini spesifikasi usahanya ini bergerak di bidang biro perjalanan umroh. Nah kalau ditotalkan ini sekitar seribuan lebih, korban yang tidak diberangkatkan ini sejak 2014 sampai dengan saat ini," kata Muzakkir di kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Menurut dia, sejak 2014 hingga 2018 para jemaah tak diberangkat pihak travel. "Artinya kita sudah melakukan negosiasi dengan pihak travel umroh-nya, tapi ternyata sampai hari ini hanya dijanji terus menerus kemudian kurang lebih ada 10 surat pernyataan yang dibuat yang isinya itu mengembalikan uang para jemaah ternyata sampai hari ini tidak dikembalikan," imbuhnya.
Dalam brosur umroh tersebut juga terdapat gambar pasangan artis ustaz Guntur Bumi dan Puput Melati. Dari hal itu, pengacara meminta keduanya diminta keterangan dan menjadi saksi agar ada kejelasan terkait penipuan travel ini. Sebab, dari keduanya para jemaah meyakini travel ini tak menipu.
"Misalnya ada dua figur, ada dua artis yang menjadi ikon di dalam travel tersebut. Saya sebut saja ada ustaz Guntur Bumi dan Puput Melati. Nah mereka ini pernah dijadikan ikon dari travel ini. Kita minta yang bersangkutan dipanggil, diperiksa sebagai saksi," ujarnya.

Mudzakir menuturkan, total kerugian seluruh jemaah mencapai hampir Rp 20 miliar. Korban juga banyak berasal dari berbagai daerah.
"Kita melaporkan di Bareskrim karena korbannya dari berbagi daerah, ada di Papua, Pekalongan, Solo, dan pokoknya banyak sekali. Dan sudah menandatangani surat kuasa sudah sekitar 500-an orang. Ini sangat penting saya pikir untuk diseriusi. Karena ini sudah cukup melelahkan dan kalau ditotalkan ada sekitar Rp 30 miliar," ucapnya.
Zakir juga mendesak pemilik travel Mahfud Abdullah segera muncul dan bertanggung jawab atas masalah ini. Menurut dia, Abdullah sendiri sempat tiga kali masuk penjara karena masalah yang sama. Setelah keluar Abdullah berulah kembali membuat agen umroh palsu.
"Pak Mahfud Abdullah atau pemilik dari travel PT GAM ini adalah residivis. Kenapa? karena dia sudah pernah keluar masuk penjara untuk perbuatan yang sama, bahkan dia telah mendirikan travel baru lagi, nah ini yang menjadi persoalan. Kenapa orang ini tidak di proses," ujar Zakir.
Sebelum ke Bareskrim, Zakir telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, pada 4 Januari lalu. Namun, para korban menyayangkan akibat belum ada kejelasan dari pihak Polda Metro. Akhirnya mereka mendatangi Bareskrim petugas sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Bareskrim Polri. Namun, laporan polisi belum secara resmi dibuat. Dia berharap ada titik terang dan ada tindak lanjut.
"Kita sudah laporkan beberapa waktu lalu di Polda Metro tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut, makanya hari ini kita laporkan di Bareskrim," ucapnya.
Lebih lanjut, selain kerugian uang para jemaah umroh mengalami kerugian psikis bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
"Sekarang korban ini sudah sampe kelelahan, ada yang sampai meninggal, ada yang sampai gila, bahkan ada tukang sayur kumpul uang bertahun bertahun untuk Umroh ternyata uangnya dibawa kabur. Jadi kita minta Bareskrim Mabes Polri pada saat laporan ini kita buat kita berharap penuh bisa dibantu dalam proses hukum," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya