Datang ke JICT, keluarga anggota DPRD Babel korban Lion Air jatuh harap keajaiban
Merdeka.com - Seorang nenek tua berusia 60 tahun bernama Siti Aminah menyambangi posko Basarnas di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Rabu (31/10). Dia datang pukul 15.30 WIB.
Dia adalah bibi dari Murdiman. Anggota DPRD Bangka Belitung yang menjadi korban pesawat Lion Air JT 610. Aminah datang didampingi putra Murdiman. Keduanya penasaran, ingin mencari dompet punya Murdiman.
"Jadi saya bawa anaknya untuk memastikan ini dompet bapakmu atau bukan," katanya di JICT.
Dari kedatangannya ke Posko Basarnas, dia berharap ada keajaiban. Bertemu dengan sang keponakan. "Ketemu, gak ada barang barang disini tau tau hidup, gitu ajalah," ucapnya sambil sedikit tertawa meneteskan air mata.
"Nomer bangkunya (di Lion Air JT 610) udah ada 24 C. Namanya juga udah ada di daftar (manifes)," tuturnya.
Istri Murdiman tak ikut ke Jakarta. Kata Aminah, mendengar kabar Lion Air yang ditumpangi suaminya kecelakaan, istrinya pingsan terus menerus sampai sekarang. Anaknya pun diwakilkan untuk tes sampel DNA dan sidik jari di RS Polri, Kramat Jati.
Dia bercerita, awalnya Murdiman terbang ke Tanjung Pinang naik pesawat Garuda Indonesia. Namun karena buru buru ada jadwal rapat kerja, Murdiman membeli tiket penerbangan pagi pesawat Lion Air. Aminah pun tak sempat komunikasi dengan keponakannya itu.
"Karena buru buru ngambil pesawat pagi. Cuma gitu aja, jadi dia pindah (pesawat) rupanya takdir nya begini. Lion bagus sih sebetulnya tapi sayang nasib mungkin ya," kata dia.
"Kalau nomer bangku saya udah dapet dari Lion, nomernya 24 C. Jadi gatau hidup atau matinya gatau, gitu," sambungnya.
Dia menyebut, Murdiman merupakan politisi dari Fraksi PKS di DPRD Bangka Belitung. Baginya, sang keponakan adalah orang yang dermawan semasa hidup.
"Baik, dermawan, suka sedekah ya, kalo sedekah banyak anak yatim. Anak asuhnya anak yatim banyak banget," tandasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya