Dari 12 cabang RS Mitra Keluarga, baru satu yang kerjasama dengan BPJS
Merdeka.com - RS Mitra Keluarga menjadi pusat perhatian usai kasus meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang karena telat mendapat penanganan di IGD. Direktur Utama RS Mitra Keluarga dr Fransisca D Permatasari mengungkap dari 12 cabang baru satu cabang yang bekerjasama dengan BPJS.
"Yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sementara masih satu, pasti ada prosesnya. Kami akan yang ke dua, semoga tahun depan ada dua lagi mengikuti apa yang dikehendaki pemerintah untuk program BPJS," katanya di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Senin (11/9).
Saat ini lanjut Fransisca, RS Mitra sedang mengurus semua persyaratan agar bisa bekerjasama dengan BPJS dan ditargetkan di bulan September beberapa cabang RS telah bekerjasama.
"Kami proses kerjasama dengan BPJS sudah beberapa waktu yang lalu dan kami perkirakan September sudah bisa bekerjasama ada sedikit kendala," ungkapnya.
Dia menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah menolak pasien walau pasien peserta dari BPJS Kesehatan. Semua akan dilayani sesuai prosedur keselamatan. "Untuk kasus emergency kami tidak pernah menolak di mana pun," ujarnya.
Sementara itu Kepala BPJS Cabang Jakarta Barat, Edi Sulistijanto menjelaskan Pihak RS Mitra Keluarga telah mengajukan kerjasama dengan BPJS sekitar bulan Juli.
"Namun dia terkendala apotekernya kurang. Kan 8 syarat minimalnya, dia baru punya 4. Iya, jadi kami minta dilengkapi, nanti bisa kami tindaklanjuti," pungkasnya. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya