Dapat info dari Australia, Wiranto sebut 2 pemimpin ISIS di Marawi tewas
Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengungkapkan, dirinya telah mendapat kabar dari pihak Australia mengenai terbunuhnya tokoh-tokoh ISIS di Marawi yaitu Omar Maute dan Isnilon Hapilon. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Australia untuk menuntaskan kelompok radikal tersebut.
"Ada laporan mengenai tokoh-tokoh ISIS di Marawi. Apakah itu dari Omar Maute, Isnilon Hapilon, itu memang mereka sudah terbunuh resmi (informasi) dari pemerintah Australia. Kita tinggal menanyakan kira-kira tuntasnya kapan," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, (16/10).
Wiranto mengungkapkan, bahwa militer Australia memberikan bantuan kepada Filipina untuk membasmi kelompok radikal tersebut.
"Karena memang mereka (Filipina) mendapatkan bantuan dari Intelijen Australia yang memberikan bantuan pengindraan dengan panas badan manusia. Seperti yang kita pakai di poso dulu. Jadi kelihatan pergerakan kelompok itu," tuturnya.
Dia melanjutkan, bahwa pertemuan tiga bulan lalu yang membahas isu terorisme di Manado Sabtu, (29/7) membuahkan hasil. Wiranto mengungkapkan bahwa Negara di Asia Tenggara konsisten bekerja sama berjuang melawan kelompok militan ISIS.
"Kita sangat bersyukur bahwa berarti pertemuan kita di Manado itu pertemuan yang digagas Indonesia dan Australia mengumpulkan teman-teman dari Indonesia, Australia, Brunei, Malaysia, Filipina, itu sudah membuahkan kerja sama yang cukup baik," lanjut Wiranto.
"Ya, antara negara-negara yang menginginkan jangan sampai Asia Tenggara dijadikan basis ISIS yang baru. Dari konsep divergent mereka, itu kan menyebarkan basis kekuatannya ke beberapa wilayah kan itu kita gagalkan. Dan di Marawi Presiden Durtete juga meginformasikan bahwa bulan ini mereka akan menyelesaikan masalah-masalah Marawi," tutur Wiranto.
Wiranto berharap dengan tewasnya tokoh-tokoh ISIS, akan membuat para pengikutnya lemah. Dan juga bila ada WNI yang terafiliasi oleh ISIS, akan dibina melalui program deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Dengan terbunuhnya tokoh, pasukan-pasukan gerilya, pasukan-pasukan yang fanatik itu tokohnya terbunuh itu perjuangan mereka surut karena mereka fanatik dengan karisma tokoh. Mudah mudahan seperti itu. Agar bisa cepat diselesaikan. Sedangkan nanti keterlibatan warga Indonesia baik di Suriah maupun di Marawi kita sudah punya konsep deradikalisasi yang dilaksanakan BNPT," papar Wiranto. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya