Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dampak gempa di Mindanau, BMKG sempat keluarkan peringatan tsunami

Dampak gempa di Mindanau, BMKG sempat keluarkan peringatan tsunami Ilustrasi Gempa Bumi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Gempa bumi berkekuatan 7,1 SR mengguncang Kepulauan Sangihe, Sabtu (29/4) sekira pukul 03.23 WIB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di sekitar Mindanau Filipina, atau 210 km Barat Laut Kepulauan Sangihe di kedalaman 41,7 km.

"BMKG telah menyampaikan peringatan dini tsunami. Kemungkinan terjadi tsunami lokal yang merusak, untuk radius kurang dari 100 km dari episenter. Pemutakhiran peringatan dini tsunami di Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com.

Gempa dirasakan lemah hingga sedang di Sangihe dan Talaud, dan berintensitas sedang hingga cukup kuat di Manado dan Ternate di Maluku Utara. BPBD juga melaporkan belum ada tanda-tanda tsunami di sekitar pantai. Pemantauan terus dilakukan.

"BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu (29/4/2017) pukul 05.07 WIB," lanjutnya.

Kerusakan akibat gempa diperkirakan hanya terjadi di sekitar Kepulauan Mindanau Filipina seperti wilayah di Glan, General Santos, Klamba, Palimbang, Koronadal, Kelamansi, Digos dan lainnya. Kemungkinan gempa menimbulkan banyak kerusakan bangunan.

"Hingga saat ini dampak gempa 7,1 SR di wilayah di Indonesia belum ada. Kondisi masih aman. Belum ada laporan korban jiwa, kerusakan bangunan dan terjadinya tsunami di wilayah Indonesia. BNPB telah menyampaikan peringatan dini potensi tsunami kepada BPBD berdasarkan informasi dari BMKG. Pemantauan dan kewaspadaan terus dilakukan BPBD," terang Sutopo. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP