Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dalam sebulan, belasan kasus curanmor terjadi di Bantul

Dalam sebulan, belasan kasus curanmor terjadi di Bantul Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi. ©2017 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Bantul, DIY di tahun 2017 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2016. Jika ditahun 2016 ada 154 kasus curanmor di Kabupaten Bantul, di tahun 2017 naik menjadi 165 kasus.

Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi menuturkan dalam sebulan, rata-rata kasus curanmor ada 12 hingga 15 kasus. Sedangkan kendaraan yang paling banyak menjadi sasaran curanmor adalah motor skuter matik.

"Honda skuter matic ada 70 kasus, honda bebek 26 kasus, yamaha sport 19 kasus dan honda sport 11 kasus," terang Imam di Pyramid Cafe, Bantul, Kamis (28/12).

Imam menuturkan waktu favorit para pelaku curanmor adalah saat pagi hari. Dari catatan kepolisian, lanjut Imam di jam 04.00 hingga 06.00 WIB ada 22 kasus curanmor.

"Modus yang sering digunakan adalah menggunakan kunci palsu. Ada 154 kasus curanmor yang menggunakan kunci palsu. Sedangkan 10 kasus terjadi karena kelalaian pemiliknya seperti parkir sembarangan," ungkap Imam.

Imam menjabarkan untuk tempat kejadian terbanyak terjadi di kampung dengan 75 kasus. Kemudian di kos ada 35 kasus, toko atau warung 15 kasus, jalan umum 10 kasus, jalan desa 6 kasus, tempat parkir 3 kasus dan di obyek wisata 2 kasus.

"Untuk saat ini wilayah paling banyak (kasus curanmor) ada di tiga kecamatan. Yaitu Banguntapan, Sewon dan Kasihan," papar Imam.

Untuk mengantisipasi dan menekan jumlah kasus curanmor, Imam berjanji pihak Polres Bantul akan meningkatkan pengawasan dan patroli. "Kami akan meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah Bantul bagian utara," ujar Imam.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP