Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Curhat Soal Pendidikan, Pedagang di Magelang Panggil Jokowi 'Pak Kiai'

Curhat Soal Pendidikan, Pedagang di Magelang Panggil Jokowi 'Pak Kiai' Presiden Jokowi di Magelang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Ia berpesan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi penyebab perpecahan.

"Kita bangsa besar, yang beragam suku, bahasa, agama, ras. Jadi keberadaan Pilpres tidak boleh terpecah belah," kata Joko Widodo didampingi sejumlah menteri kabinet kerja dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Pondok Pesantren Darussalam Timur, Magelang, Sabtu (24/3).

Dalam dialog, seorang pedagang Sugiyati mengkhawatirkan dua anaknya yang tidak bisa meneruskan perguruan tinggi. Ia berharap dengan adanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) bisa digunakan meneruskan pendidikan.

"Anak saya dua kembar kelas 2 SMA. Saya pengennya dua anak kuliah, tapi tidak punya biaya. Saya mohon dibantu katanya, ada Kartu Indonesia Pintar untuk mahasiswa," kata Sugiyati.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi kemudian menanyakan dari hasil berdagangnya mendapatkan keuntungan berapa? Saat menjawab pertanyaan itu, Sugiyati membuat semua pengunjung tertawa.

"Antara Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu Pak Kiai," jawab Sugiyati.

Mendengar panggilan Pak Kiai yang dilontarkan kepada Jokowi itu, membuat orang nomor satu di Indonesia tersebut terpingkal.

"Baru kali ini saya dipanggil Pak Kiai," kata Jokowi disambut tawa masyarakat. Ada pula diantara mereka yang mengamini doa itu.

"Amiin Pak, memang bapak presiden itu kiai," jerit beberapa warga.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP