Cuaca ekstrem, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Paotere ditunda
Merdeka.com - Kantor Kesyahbandaraan Utama Makassar melalui Kepala Wilayah Kerja Pelabuhan Paotere mengeluarkan larangan atau penundaan pelayaran untuk menghindari kecelakaan laut karena cuaca mulai ektrem dengan ketinggian ombak mencapai 1 meter hingga 2,5 meter.
Penegasan penundaan pelayaran tersebut dikeluarkan berdasarkan informasi BMKG dan maklumat pelayaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Selasa, (20/12) lalu.
Kepala wilayah kerja (Kawilker) Pelabuhan Paotere Kantor Kesyahbandaraan Utama Makassar, Rabuedi mengatakan, telah menerapkan maklumat pelayaran tentang kewajiban pemantauan cuaca ekstrem itu sejak Selasa lalu. Meski secara administrasi surat penundaan pelayaran baru dikeluarkan hari ini.
"Dermaga-dermaga dalam pelabuhan Paotere saat ini sandar atau terparkir banyak Kapal Layar Motor (KLM) berbobot 175 Gross Ton (GT) ke bawah. Ada 10 dermaga, semua dipadati kapal. Diantaranya ada yang sudah sejak seminggu lalu terparkir. Mereka rata-rata membawa muatan semen dan sembako. Jika perairan yang akan mereka layari sudah aman, barulah kita keluarkan surat izin persetujuan berlayar" kata Rabuedi saat ditemui di kantornya, Jumat (23/12).
Dia menambahkan, hingga tanggal 26 Desember mendatang, ketinggian ombak masih ada hingga 1 meter. Bahkan, ada perairan tertentu yang ketinggian ombaknya mencapai 2,5 meter seperti di perairan Selayar dan Flores. Ketinggian ombak di perairan yang normal dan layak dilayari untuk KLM-KLM bertonase 175 GT ke bawah adalah 50 sentimeter.
Sementara itu, Syamsul Bakri (25), juru mudi KM Cipta Jaya yang ditemui di salah satu dermaga mengatakan, sudah seminggu kapalnya sandar di dermaga. Setelah Jumat hari ini, (23/12) proses pemuatan atau menaikkan barang-barang ke kapal selesai berupa 1.000 sak semen dan sembako, baru diurus izin berlayarnya tapi ternyata sementara tidak diperbolehkan berlayar.
"Proses pemuatan kapal sudah selesai jadi hari ini direncanakan untuk berlayar menuju Maumere, NTT. Tapi ternyata pihak Syahbandar tidak bisa keluarkan surat izin berlayar karena cuaca buruk," kata Syamsul Bakri.
Menurut juru mudi kapal KM Cipta Jaya asal Kabupaten Selayar, Sulsel ini, pihaknya tidak mengeluhkan perintah penundaan pelayaran itu.
"Daripada di tengah pelayaran nanti ada masalah, lebih baik ditunda karena demi keselamatan kita juga," kata Syamsul Bakri, satu dari tujuh awak kapal KM Cipta Jaya ini.
Ditambahkannya, biaya tambahan yang dikeluarkan akibat penundaan pelayaran itu bagi juru mudi kapal ini bukanlah masalah karena prinsipnya yang penting selamat.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya