Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cuaca ekstrem, 2 Nelayan hilang di laut & rumah warga hancur

Cuaca ekstrem, 2 Nelayan hilang di laut & rumah warga hancur Rumah rusak di pinggiran pantai wilayah Buleleng. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah rumah rusak di pinggiran pantai wilayah kabupaten Buleleng. Tidak hanya itu, dikabarkan ada dua nelayan yang melaut sejak tiga hari lalu belum juga kembali.

Kedua nelayan yang dikabarkan hilang itu diketahui bernama, Anton dan Sukarman warga asal Banyuwangi. Informasinya kedua nelayan itu berangkat 3 hari lalu mencari ikan, menggunakan perahu fiber Banpres dengan nama perahu Putra, menuju perairan Banyuwangi.

Terakhir mereka diketahui terjebak ditengah laut akibat cuaca buruk, di perairan laut utara Pulaki. Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Banyuwangi yang ditemukan hanya jerigen minyaknya di sekitar timur laut Pulau Menjangan.

Karena cuaca buruk Tim pun tidak berani melanjutkan pencarian, dan berusaha menghubungi Satpol. Air Polres Buleleng.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Sukawijaya, Kasatpol. Air Polres Buleleng, AKP Putu Aryana mengatakan, upaya pencarian nelayan yang hilang masih terus dilakukan. Diperkirakan, nelayan-nelayan tersebut, hilang diperairan laut Menjangan atau di perairan laut Banyuwangi.

"Kami dapat info dari Tim Sar dan langsung kami tindaklanjuti pencarian, dengan mengerahkan anggota yang ada di Pos Teluk Terima. Hilangnya diperkirakan, di perairan laut Menjangan atau di perairan laut Banyuwangi. Upaya pencarian masih kami lakukan," ujar AKP Aryana di Mapolres Buleleng, Rabu (8/2).

Sementara disisi lain cuaca buruk yang melanda perairan laut Buleleng, juga menimbulkan kerusakan disejumlah titik. Seperti, di wilayah Desa Sangsit dan Desa Anturan. Sejumlah rumah atau tembok pembatas pantai, hancur dihantam ombak yang keras dengan ketinggian ombak mencapai 4 meter.

Seperti di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Ada 4 korban, yang rumahnya rusak akibat hantaman ombak diantaranya, rumah milik Nyoman Soniawan (49), Ketut sudiasa (45), Wayan Sujati (60), Nyoman Sukasa (59) yang semuanya warga Banjar Pabean, Desa Sangsit dengan total kerugian ditafsir Rp 50 juta lebih.

AKP Aryana pun mengimbau, agar para Nelayan untuk sementara waktu tidak dulu melakukan aktivitas ke tengah laut. Mengingat, cuaca saat ini tidak bersahabat.

"Saya imbau, nelayan tidak melaut. Begitu juga, masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas di pantai, karena cuaca sedang buruk," imbau Aryana. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP