Cerita Warga Lembantongoa Takut ke Kebun Usai Sekeluarga Dibunuh Anggota MIT
Merdeka.com - Satu keluarga di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh akhir pekan lalu. Belakangan diketahui pelaku diduga kuat anggota kelompok Mujahidi Indonesia Timur (MIT).
Peristiwa berdarah itu masih meninggalkan ketakutan buat masyarakat Desa Lembantongoa. Bahkan untuk beraktivitas di kebun saja, mereka juga was-was.
"Kami tidak berani pergi ke kebun, meski jaraknya tidak jauh dari rumah, sebab sangat khawatir dengan keamanan dan keselamatan jiwa kami," kata seorang warga inisial H yang juga seorang pengurus kelompok tani di Desa Lembantongoa. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (1/12)
Dia menceritakan, setelah kejadian yang membuat geger itu, warga Desa Lembantongoa sementara waktu memilih tinggal di rumah.
Padahal, katanya, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka selama ini dari hasil pertanian dan perkebunan. Hasil panen dijual dan uangnya digunakan untuk membeli berbagai barang/bahan kebutuhan sehari-hari.
"Tapi mau bagaimana lagi, lebih baik kami tidak ke kebun, dari pada jiwa kami terancam dari serangan teroris," kata H.
Hal senada juga diungkapkan J, warga Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo. Sejak peristiwa pembunuhan itu, masyarakat lebih memilih tinggal di rumah. Masyarakat lebih memilih untuk sementara tidak melakukan aktivitas di kebun, sebab masih takut akan keselamatan jiwanya.
Memang, katanya, sudah banyak aparat yang datang ke Desa Lembantongoa. Tetapi masyarakat masih resah dengan kejadian tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (27/11) sekitar pukul 08.00WITA, sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang diduga kuat adalah anggota MIT Poso melakukan penyerangan ke permukiman warga transmigrasi di wilayah tersebut.
Ada empat warga transmigrasi yang dibunuh dan beberapa rumah dibakar habis rata dengan tanah.
Warga berharap para pelaku bisa secepatnya dilumpuhkan oleh aparat TNI/Polri. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman untuk mempertahankan keberlangsungan hidup keluarganya.
Desa Lembantongoa hampir 100 persen adalah petani menanam berbagai komoditi seperti padi sawah, padi ladang,jagung, kedelai, tomat,cabe,pisang, ubi-ubian, kopi,cengkih dan kakao.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya