Penyanyi legendaris Indonesia, Titiek Puspa meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta hari ini, Kamis (10/4) pukul 16.25 WIB. Dia tutup usia di umur 87 tahun.
Sebelum meninggal dunia, Titiek Puspa pernah divonis mengidap kanker serviks stadium awal. Penyakit itu memaksanya menjalani pengobatan hingga kemoterapi di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura.
Bagi Titiek Puspa, pengobatan tak selalu menyembuhkan. Justru, meditasi yang membuatnya sembuh dari penyakit ganas itu.
Metode meditasi yang dipraktikkannya melibatkan teknik pernapasan khusus, pengaturan posisi tubuh, dan fokus pikiran yang mendalam untuk mencapai ketenangan batin.
Setelah 13 hari meditasi, Titiek Puspa merasakan perubahan signifikan pada tubuhnya, seakan melayang, dan pemeriksaan medis selanjutnya menunjukkan dia bebas dari sel kanker.
“Aku meditasi 13 hari. Tidak pakai obat, tidak pakai jampi-jampi, tidak pakai kupluk-kupluk, tidak lilin, api unggun atau apa, nggk ada,” cerita Titiek Puspa pada 2022 lalu.
Selama meditasi, Titiek mengaku mengembuskan napas secara teratur dari hidung dan mulut. Dia juga melipat lidahnya hingga menyentuh langit-langit mulut. Proses itu menurutnya mempengaruhi syaraf dan membunuh sel kanker.
“Setiap lima jam meditasi, istirahat satu jam, satu jam istirahat,” ujarnya.
Perjalanan Karier Titiek Puspa
Titiek Puspa memulai kariernya dari seorang gadis muda bernama Sudarwati di Tanjung, Kalimantan Selatan. Titiek Puspa mengikuti berbagai kompetisi menyanyi secara diam-diam karena mendapat tentangan dari orang tuanya.
Kemenangannya dalam kontes Bintang Radio di Jawa Tengah tahun 1954 menjadi titik balik hidupnya. Sebelum menjadi mega bintang di dunia musik, rupanya Titiek Puspa pernah dua kali mengganti nama.
Nama lahirnya adalah Sudarwati. Pihak keluarga kemudian menggantinya menjadi Kadarwati. Tak lama kemudian, namanya diganti lagi menjadi Sumarti.
Pada suatu kesempatan, Titiek Puspa mengikuti lomba tarik suara tanpa sepengetahuan orang tuanya. Agar tak ketahuan, temannya menyarankan agar Sumarti kecil menggunakan nama panggung Titiek Puspo.
Titiek merupakan nama panggilannya. Sementara Puspo diambil dari nama belakang ayahnya, 'Puspowidjojo’. Sumarti kecil setuju menggunakan nama panggung tersebut dan mengubah Puspo menjadi 'Puspa'.
Sejak saat itulah, dia menggunakan nama Titiek Puspo. Nama panggung ini kemudian dipopulerkan oleh Presiden Soekarno, menandai awal karier gemilangnya hingga menjadi legenda musik Indonesia seperti saat ini.
Pernah Jadi Guru TK
Perjalanan Titiek Puspa tidak selalu mulus. Dia menghadapi tantangan dari keluarganya yang menginginkan dirinya menjadi guru taman kanak-kanak.
Namun, kecintaannya terhadap musik dan bakat yang dimilikinya membuatnya tetap berjuang. Dia bahkan sempat menjadi guru TK sebelum sepenuhnya menekuni dunia tarik suara.
Dedikasi dan kerja kerasnya membuahkan hasil, membawanya ke puncak popularitas dan menghasilkan karya-karya musik abadi yang hingga kini masih dinikmati banyak orang.
Tidak hanya bernyanyi, Titiek Puspa juga menunjukkan bakatnya di dunia akting dan penulisan lagu. Dia membintangi sejumlah film dan sinetron, serta aktif dalam beberapa operet di TVRI.
Bahkan, dua karyanya dinobatkan sebagai lagu Indonesia terbaik sepanjang masa oleh Rolling Stone Indonesia.
Kontribusi besarnya terhadap industri hiburan Indonesia membuatnya mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk pengabadian wajahnya dalam seri perangko Indonesia tahun 2020 dan penampilannya di Billboard Times Square, New York.
Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa kegigihan dan bakat dapat membawa seseorang mencapai kesuksesan yang luar biasa.
Advertisement