Cerita TB Hasanuddin ruang kerjanya di DPR pernah terkena peluru nyasar
Merdeka.com - Insiden peluru nyasar yang menembus ruangan dua anggota dewan, Wenny Waroe dan Bambang Heri Purnomo, rupanya bukan pertama kali terjadi. Insiden serupa sebelumnya pernah terjadi pada 2017 silam.
Korbannya saat itu ruang kerja mantan Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin. Peluru nyasar disebutnya menembus kaca ruang kerjanya di lantai 8 Gedung DPR RI pada 2 Oktober 2017 silam.
Politisi PDIP ini mengatakan, peristiwa serupa juga terjadi pada tahun 2011. Namun, dia mengaku lupa waktu itu peluru menyasar ke ruang kerja siapa.
"Proyektil peluru yang menembus kaca, tapi enggak kena saya. Pelurunya jatuh di depan meja kerja. Semula saya pikir ruangan saya ada yang menembak. Waktu itu saya tidak ribut, sebagai seorang mantan prajurit TNI, saya cek," kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Senin (15/10).
TB Hasanuddin mengaku, nalurinya sebagai mantan anggota TNI membuatnya mengecek arah, elevasi, kekuatan menembus kaca hingga kerusakan pada proyektil peluru. Kemudian memeriksa lingkungan sekitar di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.
Dari pantauannya, ia memprediksi proyektil itu recloset (nyasar) dari arah selatan yang diduga berasal dari lapangan tembak Perbakin. Hipotesanya berdasarkan ruang kerjanya saat itu memang menghadap arah selatan sejajar dengan lapangan tembak Perbakin.
Termasuk sejajar dengan ruang kerja anggota Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw di lantai 16 dan Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama di lantai 13.
"Saya tidak mau ribut atau saya politisir. Ya sudah, saya cukup memberitahukan kepada aparat keamanan setempat. Untuk kasus baru baru ini yang terjadi, bisa saja terjadi seperti kasus seperti saya. Terutama pada kantor DPR RI pada sisi selatan yang menghadap lapangan tembak , apalagi secara bersamaan terjadi di lantai 13 dan 16," pungkasnya.
Diketahui, dua ruang kerja DPR di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta diduga terserang peluru nyasar. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan peluru yang menembus ruangan dua anggota dewan, Wenny Waroe dan Bambang Heri Purnomo bukan aksi teror atau perbuatan yang disengaja. Bamsoet mengatakan penembakan ke gedung DPR merupakan peluru nyasar dari anggota Perbakin yang sedang melakukan latihan menembak di lapangan dekat gedung DPR.
Anggota Perbakin yang diduga salah tembak itu berinisial I. Belakangan diketahui I adalah anggota Perbakin dari Tangerang Selatan.
"Jadi bukan terorisme, bukan penembakan disengaja atau aksi-aksi teror kepada anggota DPR bukan. Walaupun kami anggota Komisi III yg gencar mengolkan UU terorisme jadi tidak ada kaitannya. Tapi ini murni adalah latihan peluru nyasar," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya