Cerita Sofia Selamat dari Kerusuhan Wamena Setelah Sembunyi di Gereja

Jumat, 4 Oktober 2019 00:35 Reporter : Darmadi Sasongko
Cerita Sofia Selamat dari Kerusuhan Wamena Setelah Sembunyi di Gereja Sofia Selamat dari Kerusuhan di Wamena. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sofia (30) berhasil selamat dari kerusuhan Wamena setelah bersembunyi di dalam sebuah gereja. Ketika kerusuhan terjadi, bersama keluarganya berusaha menyelamatkan diri dari massa yang anarkis.

Perempuan asal Sampang, Madura itu pun melihat sebuah gereja di hadapannya dan secara spontan berlari masuk guna mencari persembunyian. Sofia dan keluarganya pun bertemu pengurus gereja yang justru mempersilakan masuk dan bersembunyi.

"Masuk gereja. Ya (disuruh masuk) sampai dijemput polisi," kata Sofia yang baru turun dari Hercules di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10).

Pihak gereja yang melihat kedatangannya saat mengatakan kalau tidak masalah bersembunyi di tempat tersebut. Sofia dan keluarganya akhirnya dapat selamat, setelah kemudian dievakuasi oleh pihak keamanan.

Sofia mengaku sudah 8 tahun tinggal di Wamena bersama suaminya yang bekerja sebagai sopir. Ia bersama anak dan 10 orang saudara berhasil menyelamatkan diri dari amukan massa.

"Beberapa jam kemudian dijemput polisi," kata Sofia yang menggendong putrinya.

Kerusuhan tersebut digambarkan dengan banyaknya rumah yang dibakar. Kantor pemerintah dan fasilitas umum dibakar oleh massa yang sedang marah.

Sementara Suwono (33) saat kejadian mengaku berhasil selamat setelah masuk ke kantor Kodim setempat. Pria penjual bakso itu langsung masuk dengan rombong dagangan di mana sempat nyaris menjadi sasaran amuk massa.

Saat itu hanya kantor Kodim yang tidak dibakar oleh massa, sementara sederetan kantor dan SPBU dalam posisi menyala terbakar. Suwono mengaku sudah pasrah saat berusaha menyelamatkan diri.

"Saya pas berjualan, begitu ada kerusuhan langsung masuk kodim, saya masukkan dengan dagangan saya juga," katanya.

Suwono baru dua minggu bersama 12 tetangganya mengadu nasib ke Wamena dengan berjualan bakso. Ia meninggalkan kampung halaman di Puthuksari, Gunung Kawi, Kabupaten Malang.

Tetapi ternyata usahanya itu kurang beruntung karena kondisi yang sedang tidak aman. Beruntung Suwono dan kawan-kawannya tidak menjadi korban.

Sofi dan Suwono tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (3/10). Sebanyak 107 Orang dari sejumlah daerah asal kembali tiba di Malang dan di antaranya anak-anak.

Para pengungsi selanjutnya menjalani pendataan di Kantor Bakorwil Malang di Jalan Jakarta. Proses pendataan sedang berlangsung secara tertutup. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini