Cerita siswi SMP di Sumedang kemasukan jarum pentul saat merapikan hijab

Cerita siswi SMP di Sumedang kemasukan jarum pentul saat merapikan hijab. Jarum tersebut tak sengaja tertelan ketika tengah membenarkan jilbab yang dikenakannya. Tak ayal, sudah hampir dua pekan lamannya siswi bernama Anisa Salim (14), harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Cerita siswi SMP di Sumedang kemasukan jarum pentul saat merapikan hijab
Jarum pentul tertelan oleh gadis Bandung. ©2017 Merdeka.com

Cerita tragis dialami siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sumedang, Jawa Barat. Sebuah jarum pentul bersarang di bagian saluran pernapasan, tepatnya di bronchus. Jarum tersebut tak sengaja tertelan ketika tengah membenarkan jilbab yang dikenakannya. Tak ayal, sudah hampir dua pekan lamannya siswi bernama Anisa Salim (14), harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.Insiden menimpa gadis asal Sumedang, Jawa Barat itu terjadi pada Senin 18 September 2017 lalu di sekolahnya. Saat itu Anisa yang duduk di bangku SMP tengah membenarkan jilbab disela mata pelajaran yang dilakukan."Saat itu lagi di sekolah. Anisa lagi membenarkan jilbabnya. Jarumnya ditahan di mulut. Tapi justru secara tidak sengaja tertelan, karena tersenggol temannya," kata Maria Salim (26), kakak Anisa saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (30/9).Kejadian tak terduga itu langsung ditindaklanjuti dengan membawa Anisa ke puskesmas setempat dan kemudian dirujuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Pertolongan awal diambil, tapi memang ternyata benda tipis dan tajam itu sudah terlanjur masuk ke dalam tubuhnya. Jarum itu bersarang hingga saat ini.Menurutnya, RSUD Sumedang juga tidak bisa mengambil tindakan lebih jauh. Keterbatasan alat membuat Anisa harus kembali dirujuk. Saat ini, pasien sudah dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. "Ini sudah berada di RSHS sejak kemarin Rabu (27 September)," imbuhnya.Dia melanjutkan, Anisa sudah dirawat di ruang perawatan umum. Saat ini Anisa masih menanti keputusan apakah akan ditindaklanjuti dokter bagian THT atau bedah. "Kita masih tunggu jadwal dokter bedah. Tapi ini menunggu dulu dari THT. Belum ada kepastian sampai saat ini," jelasnya.Kondisi adiknya tersebut lanjut dia masih terlihat baik-baik saja. Tapi sesekali pernapasannya terganggu karena jarum yang bersemayam di tubuhnya cukup menghambat."Masih normal. Tapi memang sesekali agak terhambat," imbuhnya seraya menyebut Anisa sudah hampir dua pekan tidak mengikuti pelajaran di sekolah.Kakak Anisa, Maria Salim (26) mengatakan, adiknya begitu menunjukan penyesalannya atas insiden yang menimpa. Sebagai kakak serta orang tua kerap mengingatkan agar ketika memperbaiki hijab jangan menggigit jarum karena rawan tertelan."‎Kita sudah ngingetin terus. Jangan gigit jarum di situ (mulut) karena bahaya. Tapi ngeyel ternyata. Sekarang adik saya menyesal. Dia bilang sakit itu tidak enak ternyata. Sakit itu mahal. Akhirnya kita kasih tahu agar jangan mengabaikan pesan orang tua," kata Maria saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (30/9).Anisa kini masih terbaring di rumah sakit pelat merah tersebut. Dia masih menanti observasi yang dilakukan tim dokter untuk diambil tindakan. Kondisi Anisa memang cukup normal untuk beraktivitas, tapi sesekali pernapasannya terganggu akibat jarum yang bersarang di bagian bronchus.Kepala Humas RSHS Bandung Nurul Wulandhani mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil observasi yang dilakukan tim sebelum mengambil tindakan. Jika memungkinkan Anisa akan dioperasi oleh spesialis THT. Namun jika tidak, operasi akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah. "Bakal dilakukan operasi seluruhnya. Tapi harus lihat dulu dari hasil observasi dulu. Kalau memungkinkan langsung operasi. Karena posisi jarumnya itu ada di bronchus. Jarum ada di bagian dada atas percabangan ditengah," terangnya saat dihubungi merdeka.com.

Rekomendasi