Cerita Prabowo taklukan Anies yang dulu 'musuh' dengan nasi goreng

Minggu, 1 April 2018 23:45 Reporter : Nur Fauziah
Cerita Prabowo taklukan Anies yang dulu 'musuh' dengan nasi goreng Prabowo Subianto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto punya cara jitu menaklukan orang yang kontra dan kerap mengkritiknya. Dia akan menaklukkan dengan menjamu orang itu dengan nasi goreng buatannya.

"Paling enak nasi goreng saya, cuma untuk tamu khusus. Yang saya undang bisa jadi pro," kata Prabowo, Minggu (1/4).

Prabowo melanjutkan, salah satu yang menjadi bukti adalah Anies Baswedan. Dulu, kata dia, Anies adalah lawannya. Karena Anies sering menyerang dirinya.

"Tetapi sudahlah. Katanya dia belum kenal Prabowo. Begitu kenal saya ajak ke Hambalang dan kasih nasi goreng dan berubah. Ini ilmu nasi goreng," tukasnya.

Selain itu, Prabowo Subianto mengatakan kalau Negara ini memiliki pemimpin yang baik maka bangsa tidak akan kalah. Menurutnya seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap anak buahnya.

"Seorang komandan bertanggungjawab atas semua yang dibuat dan tidak dibuat anak buahnya. Itu berarti jadi pemimpin. Bukannya malah tidak tahu," katanya.

Dia menceritakan semasa berada di lingkungan militer bahwa ada sejumlah pelajaran yang bisa dipetik. Salah satunya soal kepemimpinan yang bertanggungjawab. "Di tentara ada pelajaran bahwa tidak pernah da anak buah jelek, yang ada komandan yang jelek," tegasnya.

Dia menegaskan bahwa untuk menjadi maju maka diperlukan ketekunan. Dia bisa melihat pasukan dalam satu kesatuan itu benar atau tidak dapat tercermin dari lingkungan tempat tinggal.

"Salah satu ciri khas kalau mau lihat di tentara pasukan benar atau tidak cukup saya lihat lingkungan bersih atau tidak. Kalau kotor ini pemalas," ungkapnya.

Prabowo menegaskan bahwa lingkungan itu adalah karunia Yang Maha Kuasa. Kalau tidak mampu menjadi itu sama saja tidak mensyukuri karunia-Nya. "Itu salah kita, utamanya para pemimpin yang bertanggungjawab," paparnya.

Dia mengibaratkan bahwa seribu harimau kalau dipimpin seekor kambing maka akan mengembik, sebaliknya, seribu kambing jika dipimpin harimau maka akan mengaung. "Pimpinan sekarang kalau ada yang salah selalu bilang bukan (salah) saya, (itu ) anak buah saya," sindirnya.

Oleh karenanya kata dia sangat penting memiliki pemimpin yang bertanggung jawab. Ibarat naik pesawat tentu tidak ingin memiliki pilot yang ugal-ugalan yang dapat membahayakan penumpang.

"Jadi posisi pimpinan itu berpengaruh," tuturnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini