Nurfrida (16), menjadi salah satu korban selamat bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang kawasan Pandeglang, Banten dan Lampung, Sabtu (22/12) malam. Nurfrida mengaku digulung ombak hingga terseret 50 meter dari Pantai Tanjung Lesung, Pandeglang.
"Sekitar 50 meter saya tergulung. Saya terbawa gelombang hingga ke darat, artinya saya terputar-putar sampai terdampar di daratan," kata Nurfrida saat ditemui di kediamannya Perum Pegadungan Nomor 334, Jalan Papandayan IV, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Karawang, Jawa Barat, Senin (24/12).
Nurfrida saat itu bersama ayahnya (Ayi Rojak), kakak serta adiknya berjumlah lima orang sedang berjalan menyaksikan konser band Seventeen. Namun sebelum ke lokasi konser, ujar Nurfrida, ombak besar datang lalu menggulungnya dan keluarga hingga terpisah.
"Waktu kejadian sedang jalan menuju konser Seventeen, tiba-tiba ada gelombang besar dari pantai," kata dia.
Saat sadar, kata Nurfrida, dia sudah berada di tangga villa bersama kakak dan adiknya. Serta korban lain yang terseret gelombang tsunami. Namun dikatakan Nurfida, ayahnya hingga kini hilang dan masih belum ditemukan. Dia pun luka di wajah akibat terseret gelombang tsunami itu.
"Setelah sadar baru bisa ketemu keluarga yang lain yang kebetulan selamat karena posisi waktu kejadian ada di villa tempanya menginap," kata Nurfida.
Sedangkan keponakannya bernama Onel ditemukan keluarga di salah satu rumah sakit di Pandeglang dalam keadaan luka di kaki. Kerabatnya itu masih dalam perawatan.
"Semuanya yang terseret gelombang ada lima orang termasuk ayah saya," terangnya.