Cerita kepanikan warga dengar gemuruh ombak saat gempa guncang Tasikmalaya

Sabtu, 16 Desember 2017 07:58 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Cerita kepanikan warga dengar gemuruh ombak saat gempa guncang Tasikmalaya Ilustrasi Gempa Bumi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Gempa 7,3 skala richter mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (15/12) tengah malam. Gempa terjadi pada Pukul 23.47 WIB, membuat warga sekitar kaget.

Salah satu warga Tasikmalaya, Hanisah mengatakan, pada jam tersebut semua orang sudah tertidur. Ketika gempa terjadi semua warga berhamburan keluar.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa rumah warga seperti tembok yang retak-retak dan atap genteng yang berjatuhan.

"Atap rumah gentengna marurag (gentengnya berjatuhan) temboknya bareulah (retak-retak)," kata Hanisah.

Setelah guncangan hebat tersebut, lanjutnya, suasana sangat mencekam. Semua orang khawatir terjadi gempa susulan.

Hal tersebut membuat mereka enggan untuk melanjutkan tidur dan memilih berkumpul bersama di salah satu rumah warga.

Sementara itu, salah satu guru di sebuah sekolah dekat pantai Cipatujah, Ecep memberi kesaksian yang sama.

Dia mengatakan, sekolah tempat dia mengajar mengalami beberapa kerusakan di antaranya atap dan tembok yang berjatuhan di dalam ruangan kelas. Ecep mengungkapkan, sekitar pukul 01.17 WIB belum terjadi kenaikan air laut.

"Dutanyain sama penjaga pantai air belum naik," kata Ecep.

Akan tetapi, lanjutnya, laut sempat menunjukkan gejala aneh. Semula laut terdengar berisik dengan suara gemuruh angin dan deburan ombak yang besar. Kemudian, laut tiba-tiba hening seolah tidak mengeluarkan suara apapun.

"Tapi laut jadi sunyi, asalnya air laut sangat bergemuruh suara ombaknya besar sekali, kemudian sepi enggak ada suara sama sekali," ungkapnya.

Berbeda dengan Pangandaran, untuk kawasan Cipatujah-Sindangkerta-Pamayang tidak ada sirine tanda peringatan bahaya tsunami. Warga mengandalkan pengamatan mereka dan info dari petugas setempat.

"Di sini tidak ada sirine," ujar Ecep.

Tidak lama kemudian air laut sempat pasang, namun bukan berupa tsunami. Sejak pukul 02.00 WIB air laut sudah mulai surut. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini