Cerita JK jadi korban hoax soal karangan bunga usai Pilkada DKI

Jumat, 28 April 2017 15:41 Reporter : Supriatin
Cerita JK jadi korban hoax soal karangan bunga usai Pilkada DKI JK jadi korban hoax. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan Jaringan Wartawan Anti Hoax (Jawarah) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Peresmian Jawarah ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Dalam kesempatan ini, JK mengatakan berita hoax bisa mengubah cara berpikir masyarakat dari baik menjadi buruk. Bahkan, bisa mengguncang negara.

"Negara pun bisa tergoncang kalau kita bersama membuat, mengubah pandangan masyarakat," kata JK di Sekretariat Kantor Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih Nomor 14, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/4).

JK mengingatkan seluruh elemen masyarakat harus optimis melawan berita hoax. Masyarakat diimbau agar bergandengan tangan dengan media dalam memerangi berita hoax.

"Kita harus bersahabat supaya jangan tergoncang dunia," ujarnya.

Mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengatakan dirinya sudah menjadi korban informasi hoax. Misalnya pada pagi tadi, dirinya mendapat laporan dari Juru Bicara Wakil Presiden, Husain Abdullah bahwa ada yang menyebarkan informasi tentang tanggapan Wapres JK terhadap karangan bunga di Balaikota, Jakarta.

"Tadi pagi saya sendiri diperlihatkan oleh Uceng (Husain Abdullah) di suatu media, dikasih yang menyatakan saya mengatakan bahwa 'Daripada kirim bunga lebih baik kasih anak yatim apa gunanya bunga-bunga yang banyak di pinggir jalan'," terang Wapres JK.

"Kapan saya ngomong (seperti itu), saya tidak pernah ngomong," sambung dia sembari terkekeh.

JK menegaskan, dirinya tidak pernah menanggapi perihal karangan bunga di Balaikota, Jakarta.

"Saya tidak pernah memberikan komentar soal bunga-bunga yang terkecuali bunga bank. Kalau bunga lain berapa pun terserah rakyat. Setidak-tidaknya banyak pengrajin bunga yang mendapatkan dampak baik," tuntas JK. [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini