Cerita di Balik Jokowi Pulang Naik KRL Ketimbang Mobil RI 1

Rabu, 6 Maret 2019 21:54 Reporter : Merdeka
Cerita di Balik Jokowi Pulang Naik KRL Ketimbang Mobil RI 1 Jokowi naik krl. ©2019 twitter.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi pulang ke Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, dengan menggunakan kereta listrik (KRL) commuter line. Jokowi bahkan rela berdesak-desakan dengan para pekerja yang hendak pulang.

Meski berdesakan dengan warga, Jokowi tetap mendapat pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dibenarkan oleh Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak, yang ikut mendampingi Jokowi.

Usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di GOR Bulungan Jakarta Selatan, Maruli mengatakan Jokowi tiba-tiba ingin pulang ke Istana Bogor menggunakan commuter line. Dia pun naik dari Statiun Tanjung Barat sekitar pukul 17.45 WIB.

"Baru kegiatan sekitar situ (GOR Bulungan), bapak mau pulang naik kereta," kata Maruli saat dikonfirmasi, Rabu (6/3).

Bukan tanpa alasan, menurut Maruli, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pulang menggunakan KRL lantaran ingin berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

"Ya supaya tahu bagaimana kondisi sebenarnya. Komunikasi langsung dengan masyarakat," ujarnya.

Maruli menyebut sepanjang perjalanan ke Bogor, Jokowi pun terus meladeni para penumpang yang ingin bersalaman dan berswafoto dengannya. Di salah satu foto, Jokowi memang tampak berdiri di kerumunan penumpang sambil memegang hand grip.

Sementara itu, Asintel Komandan Paspampres Kolonel Kav Urip Prihatman mengungkapkan bahwa Jokowi telah lama ingin pulang ke Bogor menggunakan KRL. Namun, keinginan capres petahana itu baru terwujud hari ini.

"Sebenarnya sudah lama Presiden Jokowi menginginkan naik KRL saat kembali ke Bogor. Nah baru tadi saat setelah kegiatan di GOR Bulungan dapat terwujud. Sifatnya juga incognito," jelas Urip kepada Liputan6.com.

Dia memastikan bahwa hal tersebut sama sekali tak terencana. Hal ini lantaran Jokowi ingin berbaur dengan para masyarakat.

"Kepala Stasiunnya juga sengaja tidak diberi tahu agar mengalir sebagaimana penumpang lainnya," tutur Urip.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini