Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita di Balik Gelar Karramallahu Wajhah Ali bin Abi Thalib

Cerita di Balik Gelar Karramallahu Wajhah Ali bin Abi Thalib Alquran. shutterstock/Egypix

Merdeka.com - Pada umumnya, gelar yang disematkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW adalah radiyallahu anhu (semoga Allah meridainya). Di samping sebagai doa, gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan umat Muslim kepada para sahabat Nabi yang turut memperjuangkan eksistensi Islam.

Namun berbeda dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Ia memiliki gelar karramallahu wajhah. Artinya, semoga Allah memuliakannya.

Dikutip dari nu.or.id, dalam buku 'Ali bin Abi Thalib, Sampai kepada Hasan dan Husain' dijelaskan, menantu Nabi Muhammad itu tidak pernah menyembah berhala sepanjang hidupnya. Ali bin Abi Thalib juga tidak pernah melihat aurat dirinya sendiri dan orang lain. Ia begitu menjaga pandangannya sehingga tidak melihat aurat orang lain.

Itulah yang melatarbelakangi gelar karramallahu wajhah tersemat di belakang nama Ali bin Abi Thalib.

Masuk Islam di Usia Muda

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ali bin Abi Thalib masuk Islam saat berusia sepuluh tahun. Itulah yang menjadikannya sebagai orang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak.

Masuk Islamnya sahabat Nabi yang lahir di area Masjidil Haram, Makkah pada Jumat, 13 Rajab itu berawal dari ketika ia tidak sengaja mendapati Rasulullah dan Sayyidah Khadijah melaksanakan salat. Ia kemudian bertanya tentang apa yang dikerjakan pamannya itu.

Nabi Muhammad menjelaskan bahwa yang dikerjakannya adalah shalat. Nabi Muhammad lantas menyeru Ali bin Abi Thalib untuk masuk Islam.

Ali bin Abi Thalib menerima dakwah Nabi Muhammad untuk masuk Islam tanpa meminta izin atau pendapat dari orang tuanya, Abu Thalib.

Sahabat Nabi Muhammad yang Cerdas

Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad yang cerdas. Jika para sahabat lainnya menemukan persoalan dan tidak menemukan jalan keluar, maka mereka mendatangi Ali bin Abi Thalib untuk meminta jawaban.

Nabi Muhammad juga mengakui kecerdasan Ali bin Abi Thalib. Dalam sebuah hadits, Nabi mengatakan bahwa dirinya adalah kotanya ilmu sementara Ali bin Abi Thalib adalah gerbangnya ilmu. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP