Cerita cekaknya atlet PON asal Sulteng hingga terlantar di stasiun

Jumat, 23 September 2016 17:16 Reporter : Adriana Megawati
Cerita cekaknya atlet PON asal Sulteng hingga terlantar di stasiun Atlet PON Sulteng terlantar di Manggarai. ©2016 Merdeka.com/Rizky Andwika

Merdeka.com - Pelatih Muay Thai atlet Morowali, Sulawesi Tengah, Iwan Said menuturkan, biaya pendaftaran para atlet untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat termasuk sangat besar. Dia hanya bermodal nekat untuk datang ke Ibukota bersama para anak didiknya untuk meraih medali dalam kejuaraan tersebut.

"Iya hanya mencari swadaya, ada orang dewan yang memberi juga. Nyampai Bandung ternyata kurang dananya. Pendaftaran itu kami patungan lagi, per orang itu Rp 450 ribu, kalau 9 orang kan Rp 4,050 juta. Kita duit dari mana?" kata Iwan kepada merdeka.com, saat ditemui di Hotel Mega, Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (23/9).

Dilanjutkannya, pada saat para atlet akan bertanding, ternyata terdapat satu aturan yang mewajibkan untuk menginap di hotel dengan harga Rp 250 ribu per malam.

"Akhirnya kita patungan, supaya mereka harus tanding. Tetapi di situ ada aturan lagi, harus menginap di hotel per kepala Rp 250 ribu, kali 13 orang, waduh kita tidak ada uang. Yang kami mampu cuma ini," lanjutnya.

Menurutnya, pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat sempat menjamin sebuah villa untuk tinggal sementara para atlet. Namun, kembali lagi bahwa dana yang mereka genggam sudah mulai menipis.

"Pihak Pemprov Jabar menjaminkan kita ada villa untuk menginap. Tetapi kita kan harus bayar juga, kami kebetulan kita ada kiriman lagi Rp 10 juta, enggak lama lagi ada kirimian Rp 5 juta, sekitar Rp 25 juta, kita dapat untuk membayar kekurangan kekurangan lain," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta Bupati Morowali Anwar Hafid untuk memulangkan atlet muay thai yang dilaporkan terlantar di Jakarta. Mereka tidak bisa kembali ke kampung halamannya karena tak memiliki uang untuk membeli tiket pulang usai menghadiri PON XIX di Jawa Barat.

"Pemprov dan KONI Sulteng sama sekali tidak mengetahui keberangkatan mereka ke PON XIX," kata gubernur kepada pers di Palu, Kamis (22/9) malam, terkait laporan bahwa sejumlah atlet Sulteng telantar di Stasiun Manggarai Jakarta, demikian dilansir Antara. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini