Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita Atina korban gempa di Sigi lahirkan 3 bayi kembar

Cerita Atina korban gempa di Sigi lahirkan 3 bayi kembar Suami Atina, Zainal Abidin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Atina (31), salah satu warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah korban gempa akhirnya melahirkan dengan selamat di Rumah Sakit Umum Daya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (1/10) sekitar pukul 18.30 WITA. Atina melahirkan tiga bayi melalui operasi sesar oleh tim dokter yang dipimpin Nugraha Utama Palupessy. Saat gempa terjadi, Atina sempat terpental dua meter.

"Bersyukur dan ini mujizat karena ternyata kami bisa lalui bencana gempa dengan selamat, berhasil ke Makassar dan melahirkan juga dengan selamat dan bayi lahir dalam kondisi sehat," tutur suami Atina, Zainal Abidin yang sehari-harinya berprofesi guru di salah satu SMK di Kabupaten Sigi ini.

Zainal berceria, gempa yang terjadi hari Jumat berlangsung selama 2 menit. Ketika kejadian dia sedang menunaikan salat.

"Istri juga saat itu sementara ambil air wudu. Istri saya langsung lari keluar rumah melalui pintu samping, sementara saya keluar rumah melalui pintu depan. Istri saya berpegangan di tiang teras tapi karena merasa bangunan teras seperti mau rubuh, dia lepaskan pegangannya. Di saat itulah istri saya terpental kurang lebih 2 meter namun tubuhnya sempat ditangkap oleh Khairuddin adik sepupu, tidak sempat mendarat di lantai" tutur Zainal.

Karena tidak bisa lagi berdiri lantaran goncangan gempa, keduanya memilih duduk di rumput halaman rumah. Gelar tikar dan buat tenda seadanya, bersama tetangga menginap di situ selama dua malam, karena takut masuk ke rumah. Dua anaknya A (7) dan Ab (4) dititip di rumah kerabat dalam kondisi selamat.

Malam Sabtu sempat mendatangi RS Undata dan RS Wirabuana, namun kedua rumah sakit tidak siap melayani proses persalinan lantaran fasilitas yang tidak mencukupi seperti pasokan listrik.

Setelah dengar kabar ada pesawat Hercules bisa membawa ke Makassar, dia memutuskan meninggalkan Kabupaten Sigi. Namun dokter tidak mengizinkan dan menyarankan untuk mencari rumah sakit lain. Namun kondisinya sama.

"Saya dan istri sepakat ke Makassar, siap terima konsekuensi dan resiko apapun. Akhirnya dokter izinkan kami terbang. Saat menunggu waktu terbang Hercules, sempat empat kali bolak balik dengan ditandu naik ke pesawat dan turun lagi karena pemberangkatan ditunda, lantaran ribuan warga menghalangi akses pesawat. Mereka memaksa untuk diterbangkan lebih dulu namun akhirnya tiba juga dengan selamat di Makassar," bebernya.

Proses persalinan ketiga anaknya dimulai pukul 18.30 WITA. Bayi pertama yang lahir adalah laki-laki, 19.11 WITA. Semenit kemudian lahir bayi perempuan dan terakhir bayi perempuan pukul 19.13 WITA.

Kini tiga bayi kembar yang belum diberi nama ini masih dirawat di ruang NICU lantai tiga RSU Daya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP