Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah teror saat Natal dan Tahun Baru, 2,089 personel TNI-Polri dikerahkan

Cegah teror saat Natal dan Tahun Baru, 2,089 personel TNI-Polri dikerahkan Apel pengamanan Pilpres 2014 . ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya mengerahkan 2.089 personel untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Aksi terorisme menjadi ancaman utama dalam menghadapi dua momentum tersebut di wilayah Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengungkapkan prioritas pengamanan yakni di gereja, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, dan jalur mudik. Sedangkan waktu pelaksanaan dimulai 22 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018.

"Dari polri, TNI, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait. Kita sebar di seluruh wilayah Sumsel," ungkap Zulkarnain, Senin (18/12).

Dikatakannya, fokus pengamanan berada di 313 gereja yang tersebar di provinsi itu. Penjagaan dan pemeriksaan secara teliti dilakukan, termasuk pengawasan bagi jemaat yang melaksanakan ibadah.

"Kita tempatkan personel di pos pengamanan yang dianggap rawan. Siapapun itu, termasuk jemaat, diawasi, dicermati," ujarnya.

Menurut dia, pengamanan di gereja untuk mencegah aksi teror. Apalagi, baru-baru ini tim Densus 88 Anti Teror meringkus 12 terduga teroris di beberapa daerah di Sumsel.

"Kami akan tegas jika ada yang merusak kondusifitas selama Natal dan Tahun Baru. Tidak ada istilah toleransi bagi pelaku teror," tegasnya.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto mengimbau warga segera melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Kewaspadaan sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan dan ancaman.

"Kalau ada info sekecil apapun terkait perayaan Natal yang akan mengganggu, segera laporkan ke pihak yang berwenang, agar segera bisa diambil tindakan," imbaunya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP