Cegah Penyebaran Corona, Wisuda Mahasiswa ITB pun Ditiadakan
Merdeka.com - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) memperpanjang pelaksanaan pembatasan kegiatan perkuliahan tatap muka. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi eskalasi pandemi virus corona.
Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah menyatakan keputusan ini diambil dengan berat. Namun, dia menilai masih banyak masyarakat yang sedang berjuang menghadapi keadaan yang lebih berat dalam penanganan virus corona.
Dia memutuskan memperpanjang masa pembatasan kegiatan di Kampus ITB hingga tanggal 29 Mei 2020, sesuai ketentuan KLB Nasional. Artinya, masa kuliah daring diperpanjang sampai tuntas pelaksanaan Semester II/2019-2020. Kebijakan ini pun berisi meniadakan penyelenggaraan Wisuda April 2020.
"Saya sampaikan ucapan selamat kepada segenap mahasiswa yang telah menyelesaikan studi, dan lulus yudisium. Ijazah kelulusan dan hal-hal lain yang menjadi hak mahasiswa akan diberikan sepenuhnya dengan cara-cara yang sepatutnya," ujar dia melalui siaran pers yang diterima.
ITB menegaskan tetap memberikan dukungan dan bantuan kepada mahasiswa, khususnya peserta program Bidikmisi dan Afirmasi, mahasiswa dari mancanegara, dan mahasiswa yang tetap tinggal di asrama.
"Kepada mahasiswa ITB, baik yang tinggal di Kota Bandung maupun yang akan kembali ke kota atau daerah asal, untuk mengikuti mekanisme keamanan dan keselamatan yang telah ditetapkan," katanya.
Unpad Perpanjang Kuliah Online
Kebijakan serupa diambil Unpad. Unpad memperpanjang masa perkuliahan secara daring atau online merujuk pada surat keputusan (SK) Kepala BNPB terkait perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia.
Kepastian perpanjangan masa kuliah secara daring berdasarkan Surat Edaran WR1 No. 751/UN6.WR1/TU/2020 tanggal 23 Maret 2020 tentang Edaran terkait kebijakan pembelajaran Semester Genap 2019/2020
Kepala Kantor Komunikasi Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Dandi Supriadi mengatakan, dengan kondisi perkembangan kasus virus corona baru (COVID-19) yang belum jelas, pihaknya memutuskan beberapa kebijakan terkait proses pembelajaran di Semester Genap 2019/2020.
"Memperpanjang proses pembelajaran daring/pembelajaran jarak jauh sampai dengan berakhirnya masa Ujian Akhir Semester Genap 2019/2020 atau sapai dengan tanggal 19 Juni 2020," ujar dia.
Ujian tengah semester bakal dilaksanakan secara daring atau jarak jauh pada 6-10 April 2020. Seluruh dosen diminta merancang metode penilaian capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan kesiapan dosen, kewajaran beban kerja, dan kemudahan akses mahasiswa.
Sedangkan untuk proses praktikum klinik atau tempat praktik-praktik lainnya yang tidak langsung berhubungan dengan penanganan Covid-19 agar dibatasi dan digantikan dengan model daring atau ditunda hingga keadaan membaik.
Mahasiswa yang dalam tahap penyelesaian tugas akhir, skripsi, thesis, disertasi diminta untuk menggunakan metode yang dapat memanfaatkan data sekunder atau studi literatur, karena data primer akan sulit didapat dalam situasi seperti ini.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya