Ikatan Alumni Elektro Institut Teknologi Bandung (IAE-ITB) mengungkapkan Indonesia mesti memperbanyak ruang-ruang kreatif untuk mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi. Sekjen IAE-ITB, Yogi Rizkian Bahar mengatakan pihaknya mengubah fungsi ruang sekretariat menjadi co-working space dan podcast bagi program-program IAE-ITB.
"Bukan hanya memberi ruang, IAE-ITB juga akan menjamin membantu beasiswa mahasiswa. Termasuk bekerja sama dengan Yayasan IAE-ITB, bantu pendidikan melalui program memberikan beasiswa untuk mahasiswa ITB melalui program orang tua asuh," kata Yogi di Wisma Semeru, Jalan Taman Kemang No.18, Jakarta Selatan, Kamis (24/3).
"Ke depan kami berharap pemanfaatan kesekretariatan ini akan maksimal termasuk konsistensi," tambah dia.
Sementara itu, Ketua Umum IAE-ITB Nugroho menjelaskan alih fungsi kantor sekretariat menjadi ruang proses kreatif merupakan harapan besar. Apalagi kehadiran kantor alumni ini sesuai dengan program yang direncanakan para pengurus.
Nugroho juga menjamin tidak ada pemungutan biaya apapun dalam pemanfaatan ruang kreatif tersebut. Sehingga diharapkan lulusan elektro ITB semakin memperluas jaringan melalui ruang yang telah disiapkan.
"Ini adalah wujud persembahan pengurus untuk seluruh stake-holder civitas Elektro-ITB dan menjadi katalisator bagi pembangunan manusia dan technology khususnya bidang Elektro-Teknik di Indonesia," tutur Nugroho.
IAE-ITB merupakan salah satu organisasi ikatan alumni yang sudah berkontribusi bagi Indonesia. Di antaranya, CEO PT Telkom Ririek Adriansyah hingga mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Keduanya mendapat tempat spesial di tubuh organisasi IAE-ITB. Ririek selaku ketua dewan pembina dan Arief Yahya menjadi sebagai anggota dewan pembina.