Cak Anam ingatkan pedoman politik NU: Jangan gebuk-gebukan karena Pilgub
Merdeka.com - Gelar rapat koordinasi (Rakor), Koordinator Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PPKN), Choirul Anam ingatkan para relawan untuk tetap berpegangan pada 9 Pedoman Politik Warga NU hasil Muktamar Yogyakarta tahun 1989, Sabtu (2/2) sore.
Rakor PPKM dalam rangka pemenangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018 itu digelar di Gedung Astranawa, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya dengan dihadiri tokoh-tokoh dan ulama kultural NU se Jawa Timur.
"Ini relawan PPKN. PPKN itu nanti sudah dalam proses jadi Ormas Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah. Tapi dalam jangka panjang itu akan terus untuk, paling tidak melihat NU tetap dalam relasi khittah," kata Anam di sela rapat yang juga dihadiri Khofifah.
Untuk jangka pendek dan mendesak, dalam hal ini Pilgub Jawa Timur yang akan menghadirkan dua tokoh NU, yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah, kata Anam, relawan PPKN memilih membantu pasangan Khofifah-Emil.
Sebab menurut pandangan para tokoh dan ulama PPKN, sosok Khofifah yang dinilai masih memegang teguh 9 Pedoman Politik Warga NU. "Kenapa ingin membantu? Tetapi tetap dalam koridor 9 Pedoman Politik Warga NU yang diputuskan dalam Muktamar Yogyakarta tahun 1989. Di situ terurai semua," katanya.
"Bahwa di antara aspiran-aspiran ada perbedaan di antara kaum Nahdliyin, itu sudah biasa. Tidak boleh terjadi pergeseran-pergeseran dan tidak boleh terjadi pertikaian-pertikain. Harus saling menghargai harus saling tawadhuk, tidak boleh ada benturan," imbuh mantan ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini.
Nah, agar 9 Pedoman Politik Warga NU tetap dirawat di Pilgub Jawa Timur ini, Cak Anam, sapaan Choirul Anam, mengaku telah mendoktrin para relawan PPKN. "Di relawan tadi sudah saya katakan, jangan anda terpancing oleh nafsu-nafsu saling mencaci-maki," tandasnya.
Menurutnya kurator Museum NU ini, pertikaian sesama Nahdliyin hanya akan bikin malu."Semua kita hargai. Oh ini, bahwa itu saudara kita sendiri, harus diberi tahu, kemarin Kiai Robbach (ketua Dewan Syuro PKB Gresik) sudah ngomong, bahwa perbedaan aspiran politik di kalangan Nahdliyin itu harus disikapi dengan cara yang bijak. Antara lain saling menghormati. Itu hak politik, tidak bisa diganggu gugat," tegasnya.
"Ini sudah saya doktrin, jangan sampai ada yang terpancing kemudian secara emosional antara NU saling gebuk-gebukan. Malu-maluin. Padahal sudah ada koridornya, sudah ada 9 Pedoman Politik Warga NU, sudah ada di situ," tandas Anam. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya