Butuh Gugus Tugas yang Berisi Pemuda-Pemudi Asli Daerah Atasi Masalah Papua

Minggu, 1 September 2019 19:31 Reporter : Sania Mashabi
Butuh Gugus Tugas yang Berisi Pemuda-Pemudi Asli Daerah Atasi Masalah Papua Konser Masyarakat Papua di CFD. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Eksponen Muda Lintas Iman Indonesia (EMLI) Indonesia, Adhyaksa Dault menyayangkan terjadi Kerusuhan di Papua beberapa waktu lalu. Dia pun menyarankan ada pembentukan gugus tugas atau task force untuk mengatasi masalah di Papua.

"Artinya dibuat task force pun itu diikutsertakan comunity-coumunity leader di sana, jadi bukan tingkat formal, bukan tingkat gubernur, bukan bupati itu struktural, tapi comunity leader untuk dikumpulkan, untuk task force disana," ujar dia di Jakarta, Minggu (1/9).

Adhyaksa menuturkan, baiknya gugus tugas tersebut diisi oleh pemuda-pemudi di Papua. Pasalnya orang Papua paling mengerti kondisi wilayahnya.

"Sehingga mereka tidak bisa cuma seminggu dua minggu, tapi dia harus ada dan stay. Jadi perpanjangan tangan, jaringan daripada Pemerintah pusat yang ada di papua, sehingga mereka akan komunikasi. Jadi kalau ada api baru muncul, bisa langsung disiram, tidak perlu sampe kejadian kayak kemarin, kita ini bangsa yang besar, kami dan kita semua ini bersahabat, karena kita cinta NKRI," ungkapnya.

Kendati demikian, pada dasarnya Adhyaksa berterima kasih dengan kinerja TNI-Polri yang sudah menyelesaikan kisruh di Papua dengan baik. Dia menilai aparat sudah cepat tanggap menangani masalah di sana.

"Saya kira itu adalah ungkapan dari kita semua, pentingnya ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan sudah dilakukan, kami sampaikan terima kasih dengan cepat tanggapnya Polisi dan TNI di sana," ucapnya.

Di tempat yang sama, sekretaris EMLI-Indonesia, Viktus Murin juga menyayangkan ada Kerusuhan di Papua. Dia pun meminta para provokator yang sengaja memboceng kerusuhan di Papua dihukum berat.

"Bersamaan dengan itu, para penegak hukum di ranah pengadilan hendaknya menjatuhkan hukuman berat bagi siapapun pelaku tindakan provokasi yang membonceng sentimen SARA dan tindakan intoleransi," ujar Viktus.

Selain itu, Viktus juga meminta TNI dan Polri yang berada di Papua menahan diri. Kemudian menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih persuasif.

"Warga masyarakat bumi cendrawasih Papua sesungguhnya adalah warga Indonesia yang berkarakter Bhineka Tunggal Ika, yang menjunjung tinggi kemajemukan, berjiwa besar dan atau patriotik, serta mengutamakan perdamaian dan persaudaraan sebangsa-setanah air," tandasnya.

Adhyaksa Dault melanjutkan, terkait adanya keterlibatan pihak asing dalam kerusuhan di Papua dan Papua Barat, pihaknya minta petugas keamanan untuk mewaspadai hal itu.

"Karena kalau kita lihat, dari video-video yang beredar, infiltrasi sudah masuk, dari asing kan. Memprovokasi kadang-kadang, dilihat dari media sosial yang beredar," kata Koordinator EMLI Indonesia Adhyaksa Dault di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

"Jadi kita harus hati-hati itu," tambah Adhyaksa.

Dirinya menegaskan, tak ada satu pun orang yang cinta Indonesia ingin Papua pindah. "Persoalan Papua ini memang sensitif. Kita enggak mau Papua lepas dari Indonesia, tetap NKRI," pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

Putu Merta Surya Putra [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini