Bupati Ciamis Ungkap Penyebab Banjir Pamarican Akibat Luapan Sungai Citalahab, Ratusan Warga Terdampak

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menjelaskan bencana banjir Ciamis di Pamarican disebabkan luapan Sungai Citalahab, berdampak pada 300 KK dan evakuasi ratusan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Ciamis Ungkap Penyebab Banjir Pamarican Akibat Luapan Sungai Citalahab, Ratusan Warga Terdampak
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menjelaskan bencana banjir Ciamis di Pamarican disebabkan luapan Sungai Citalahab, berdampak pada 300 KK dan evakuasi ratusan warga. (AntaraNews)

Bencana banjir kembali melanda wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyebabkan genangan di pemukiman warga pada Selasa (17/2). Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan bahwa banjir ini merupakan dampak langsung dari luapan Sungai Citalahab yang terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut. Kejadian ini menjadi yang kedua kalinya, menimbulkan kekhawatiran serius bagi masyarakat setempat.

Herdiat Sunarya menjelaskan bahwa luapan sungai tersebut telah mengakibatkan sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini. Sebanyak 164 orang terpaksa dievakuasi ke masjid terdekat untuk mencari tempat yang lebih aman dan nyaman. Meskipun sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing setelah air surut, dampak banjir ini tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Ciamis segera menurunkan tim khusus untuk menangani daerah terdampak dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Bupati Herdiat menekankan pentingnya penanganan serius terhadap daerah aliran sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait menjadi kunci untuk solusi jangka panjang.

Dampak dan Penyebab Banjir Pamarican

Banjir yang melanda Pamarican, Ciamis, telah menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Tercatat sekitar 300 Kepala Keluarga (KK) mengalami kerugian akibat genangan air yang masuk ke pemukiman mereka. Situasi ini memaksa 164 warga untuk mengungsi sementara waktu ke masjid yang dijadikan posko evakuasi.

Menurut Bupati Herdiat Sunarya, penyebab utama bencana banjir Ciamis ini adalah luapan Sungai Citalahab. Curah hujan yang ekstrem dan terus-menerus mengguyur wilayah Ciamis menjadi pemicu meluapnya debit air sungai. Kejadian ini bukan yang pertama kali, menandakan adanya masalah struktural pada daerah aliran sungai yang perlu segera ditangani.

Kondisi Sungai Citalahab yang tidak mampu menampung volume air saat hujan deras memperparah situasi. Air yang meluap dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga, menyebabkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah mengakui bahwa perbaikan infrastruktur sungai menjadi prioritas untuk mengatasi masalah berulang ini.

Upaya Penanganan dan Pencegahan Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah bergerak cepat dengan menurunkan tim penanganan bencana ke lokasi kejadian. Prioritas utama tim adalah memastikan keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa evakuasi. Bantuan logistik dan medis terus disalurkan untuk meringankan beban para korban banjir Ciamis di Pamarican.

Bupati Herdiat Sunarya menegaskan bahwa penanganan jangka panjang sangat krusial untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Ia menyoroti perlunya perbaikan daerah aliran Sungai Citalahab secara komprehensif. Perbaikan tembok penahan tanah di sepanjang aliran sungai harus segera diselesaikan agar air tidak meluap ke pemukiman warga saat debit air meningkat.

Untuk itu, Pemkab Ciamis berencana berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan Gubernur Jawa Barat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan infrastruktur sungai yang membutuhkan penanganan serius. Tanpa perbaikan yang memadai, risiko banjir Ciamis akan terus menghantui warga setiap kali musim hujan tiba.

Imbauan Kewaspadaan di Tengah Cuaca Ekstrem

Mengingat kondisi cuaca yang masih ekstrem, Bupati Herdiat Sunarya mengimbau seluruh masyarakat Ciamis untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras yang terus mengguyur berpotensi menyebabkan bencana alam lain seperti tanah longsor dan tanah bergerak. Kabupaten Ciamis sendiri termasuk salah satu wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana.

Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari pihak berwenang. Penting bagi warga untuk menghindari daerah-daerah yang rawan longsor atau banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi kunci dalam menghadapi potensi ancaman bencana di masa mendatang.

Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana. Dengan adanya kesadaran dan tindakan preventif dari semua pihak, diharapkan dampak banjir Ciamis dan bencana alam lainnya dapat diminimalisir. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi