Bupati Bangli Dorong Kebijakan Riset untuk Genjot Inovasi Daerah Bangli Menuju Peringkat Nasional

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menekankan pentingnya kebijakan berbasis riset guna memaksimalkan inovasi daerah Bangli dan efektivitas pemerintahan, menargetkan menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia pada tahun 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Bangli Dorong Kebijakan Riset untuk Genjot Inovasi Daerah Bangli Menuju Peringkat Nasional
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menekankan pentingnya kebijakan berbasis riset guna memaksimalkan inovasi daerah Bangli dan efektivitas pemerintahan, menargetkan menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia pada tahun 2026. (AntaraNews)

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan pentingnya kebijakan yang didasari oleh riset untuk mendorong inovasi daerah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan di Kabupaten Bangli, Bali. Penekanan ini disampaikan Bupati pada Kamis, 5 Februari 2026, sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Bangli menargetkan pencapaian signifikan pada tahun 2026, yaitu menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia. Target ambisius ini didasari oleh lompatan besar yang telah dicapai Bangli dari peringkat bawah hingga menjadi yang terbaik di Bali. Bupati Sedana Arta optimistis bahwa dengan pendekatan berbasis riset, tujuan ini dapat tercapai.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Bupati Bangli telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari camat, kepala desa, hingga kepala sekolah. Mereka diminta untuk mengubah setiap permasalahan yang dihadapi menjadi peluang inovasi yang konstruktif. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung visi pembangunan daerah yang berlandaskan pada filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang berfokus pada menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

Visi Bupati untuk Inovasi Daerah Bangli yang Berkelanjutan

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjadikan Bangli sebagai daerah yang unggul dan berdaya saing. Ia menekankan bahwa kebijakan berbasis riset adalah kunci utama untuk mencapai tujuan ini. Target untuk menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia pada tahun 2026 merupakan cerminan dari ambisi besar tersebut.

Dalam upaya mencapai target tersebut, Bupati telah memberikan arahan jelas kepada seluruh elemen pemerintahan dan pendidikan di Bangli. Setiap masalah yang teridentifikasi diharapkan tidak hanya menjadi hambatan, melainkan diubah menjadi pemicu lahirnya inovasi. Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Kabupaten Bangli.

Inovasi yang digalakkan ini memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya. Dengan demikian, inovasi tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai lokal. Bupati Sedana Arta mengajak seluruh masyarakat untuk membuktikan bahwa Bangli mampu bangkit dan unggul melalui pemanfaatan potensi daerah.

Lompatan Prestasi dan Tantangan Inovasi Daerah Bangli

Kabupaten Bangli telah menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan dalam empat tahun terakhir, khususnya dalam bidang inovasi daerah. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nengah Wikrama menjelaskan bahwa kemajuan ini terlihat melalui ajang penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif (IGA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Bangli yang sebelumnya kurang diperhitungkan, kini menjelma menjadi salah satu daerah paling progresif di Indonesia.

Data Indeks Inovasi Daerah (IID) menunjukkan lonjakan yang impresif. Pada tahun 2022, Kabupaten Bangli mencatat skor 36,51 dengan menduduki peringkat 260 nasional. Prestasi ini terus merangkak naik pada tahun 2023 menjadi posisi ke-120 nasional dengan skor 49,96. Peningkatan signifikan berlanjut pada tahun 2024, di mana Bangli meraih skor 63,33 dan menduduki peringkat ke-54 nasional, sekaligus mendapatkan kategori "Sangat Inovatif" dalam penghargaan IGA.

Puncak pencapaian terbaru terjadi pada tahun 2025, ketika Bangli berhasil meraih skor 71,92 dan menduduki peringkat ke-45 nasional. Capaian ini juga menempatkan Bangli pada peringkat pertama di tingkat Provinsi Bali untuk kluster kabupaten. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal partisipasi inovasi, terutama di tingkat akar rumput. Dari 317 unit kerja, baru sekitar 21,45 persen yang aktif melaporkan inovasi. Motor penggerak utama inovasi masih didominasi oleh perangkat daerah (68,96 persen) dan bagian sekretariat daerah (66,66 persen), sementara partisipasi dari sekolah dasar (14,72 persen) dan desa/kelurahan (hanya satu dari 73 desa/kelurahan yang aktif) masih perlu ditingkatkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi