Budi Waseso perintahkan anak buah lawan bandar narkoba pakai peluru tajam

Senin, 11 Desember 2017 17:32 Reporter : ER Chania
Budi Waseso perintahkan anak buah lawan bandar narkoba pakai peluru tajam budi waseso. ©2017 Merdeka.com/ER Chania

Merdeka.com - Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso memerintahkan anggotanya untuk tidak menggunakan peluru karet atau hampa, untuk melawan penjahat narkoba.

"Untuk memberantas narkoba pakai peluru tajam dan saya tidak takut disebut pelanggar hak asasi manusia (HAM)," Kata kepala BNN yang akrab disapa Buwas di sela-sela kuliah umum di Kampus Universitas Bung Hatta, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (11/12).

Selain itu, Buwas juga memperbolehkan anggotanya mencekoki bandar narkoba yang membawa 100 pil ekstasi.

"Saya pertanggungjawabkan, laporannya gampang, bilang saja nanti overdosis," tegasnya dengan beralasan bandar narkoba telah banyak membunuh manusia.

Dalam kuliah umumnya, selain penegasan, Buwas juga menyinggung Direktorat Jenderal (Ditjen) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) yang tidak serius meminimalisir peredaran narkoba di dalam lapas. Padahal peredaran narkoba di dalam Lapas tidak kalah luar biasa.

"Bisa kita lihat 70 persen lapas diisi oleh napi narkoba, peredaran di Lapas juga tidak kalah luar biasa. Ditjen Lapas beralasan karena over kapasitas, padahal bukan itu, tapi karena ketidakseriusannya," ungkap Buwas.

Buwas membeberkan, sebanyak 11 negara telah dikuasai oleh 72 jaringan narkoba. Diakuinya, ada dua negara tempat transit narkoba sebelum masuk ke Indonesia yaitu Malaysia dan Singapura.

"Narkoba tidak ada keluar setelah masuk ke Indonesia, semua dihabiskan di Indonesia. Jaringan yang masuk ke Indonesia berbagai negara yaitu China, Malaysia, Afrika Barat, Timur Tengah dan produksi dari Indonesia sendiri," bebernya.

Buwas mengatakan, sabu dari China di tahun 2016 ada 250 ton masuk ke Indonesia, sementara prekusor atau bahan sabu masuk ke Indonesia 1.097,6 ton di pasar gelap. Ditegaskannya, tidak ada manfaatnya kerja sama dengan negara lain soal pemberantasan narkoba.

"Kalau mau berhasil cegah dari dalam negeri sendiri. Pak Presiden pernah sebut saya gila, tapi tidak masalah karena pengedar itu juga orang gila, menghadapi orang gila kita juga harus gila karena mereka tidak peduli," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini