Buat ribuan gagang cangkul dari kayu hutan, 2 perambah ditangkap

Jumat, 20 Februari 2015 17:53 Reporter : Yan Muhardiansyah
Buat ribuan gagang cangkul dari kayu hutan, 2 perambah ditangkap gagang cangkul dari kayu hutan TNGL. ©2015 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Dua tersangka perambah hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ditangkap polisi hutan di kawasan Sawit Sebrang, Langkat. Mereka diringkus bersama barang bukti 1.050 batang gagang cangkul yang terbuat dari kayu meranti batu.

Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III, Stabat, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Sapto Aji Prabowo dalam siaran persnya, Jumat (20/2), memaparkan, penangkapan dilakukan Polisi Hutan dari Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah III Stabat, Balai Besar TNGL pada Jumat, 13 Februari 2015.

Kedua tersangka yang ditangkap berinisial R (54) dan F (32). Mereka merupakan mantan pengungsi konflik Aceh yang tinggal di dalam kawasan TNGL wilayah Barak Kentongan, Barak Induk, Langkat. Wilayah itu masuk dalam kawasan TNGL yang dirambah warga.

R dan F disangka mengambil dan mengolah kayu yang diambil dari kawasan TNGL. Selain barang bukti berupa 1.050 gagang cangkul berbahan meranti batu, petugas juga mengamankan 1 unit mobil pikap Mitsubishi L300, sejumlah dokumen, dan 8 jeriken kosong.

Berdasarkan pemeriksaan, kedua pelaku mengaku akan mengirimkan gagang cangkul itu ke penadah di beberapa kota sekitar Medan. Mereka mengaku sudah 10 kali melakukan pengiriman batang cangkul. Jumlah yang dikirim bervariasi. Namun, mereka beberapa kalau mengirim 2.000 batang cangkul.

Manager Program Wildlife Conservation Society (WCS)-Indonesia Program di lansekap Sumatera Utara, Munawar Kholis, menambahkan, bahwa dari hasil patroli bersama di TNGL sejak 2011, mereka telah mengidentifikasi lokasi-lokasi rentan perburuan dan aktivitas pembukaan hutan yang masih terus terjadi.

"Di tahun 2015 patroli akan semakin diperkuat untuk menghentikan kerusakan yang masih terus berlangsung di dalam kawasan. SMART Patrol juga telah dikembangkan di seluruh resort di TNGL bersama peluncuran program Resort Base Management (RBM) di tahun 2013," katanya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Illegal Logging
  3. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini