BPN Prabowo-Sandi Minta Pengurus Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah

Sabtu, 26 Januari 2019 22:38 Reporter : Danny Adriadhi Utama
BPN Prabowo-Sandi Minta Pengurus Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah Sudirman Said. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Sudirman Said meminta pengurus masjid membakar bila mengetahui keberadaan peredaran tabloid 'Indonesia Barokah'. Menurut dia kemunculan tabloid tersebut sebagai cara-cara primitif.

"Kami minta dewan pengurus masjid yang menemukan, menerima untuk bakar tabloid tersebut. Itu merupakan langkah baik, dari pada keberadaan meresahkan masyarakat," kata Sudirman Said usai menghadiri relawan PADI di Semarang, Sabtu (26/1).

Mantan menteri ESDM itu, sangat menyayangkan atas peredaran tabloid Indonesia Barokah yang menyudutkan kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Sebab di tengah kontestasi politik, ada upaya untuk memecah belah persatuan. Meski begitu, pihaknya mengembalikan ke masyarakat yang menilai.

"Itu bagian cara primitif, masyarakat sudah pintar dan cerdas menentukan pilihan, insyaallah masyarakat tidak terpengaruh," terangnya.

Menurutnya, keberadaan tabloid Indonesia Barokah yang sengaja disebar oleh orang tidak bertanggung jawab dengan dana yang besar dan cara yang sangat sistematis.

"Itu tabloid sengaja dibuat dengan modal dengan dana besar. Maka dari itu keberadaannya harus dicegah. Kami sudah bergerak melaporkan ke Bawaslu RI, KPU, dan polisi," jelasnya.

Dia yakin, Tabloid Indonesia Barokah tidak mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Sandi, justru menimbulkan simpatik menuju perbaikan. Sebab masih banyak masyarakat yang mengharapkan pemimpin seperti Prabowo.

"Masih banyak masyarakat yang mengelu-elukan sosok Prabowo-Sandiaga Uno. Seperti wilayah Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan sudah aman. Sedangkan wilayah Jawa timur, dan Jawa Tengah sudah sedikit membaik, meski banyak masyarakat yang menyongsong perubahan," kata Sudirman.

Klaim Untungkan Prabowo-Sandi

Sudirman yang juga Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu mengklaim, beredarnya tabloid Indonesia Barokah di Indonesia dianggap membawa keuntungan kubu Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2.

"Jadi malah diuntungkan, pengaruh elektabilitasnya justru tidak ada, saya curiga malah sebaliknya. Karena serangannya terlalu kebangetan itu menimbulkan simpati," kata Sudirman .

Dia menyebut, situasi ini justru dialami seperti masa kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 lalu. Di mana saat kampanye ada seperti guyonan sembako gede-gedean. "Tapi karena guyonan terjadi membabi buta membuat Anies-Sandi lebih mendapat simpati masyarakat," jelasnya.

Maka dari itu, Sudirman berharap dengan kondisi semacam itu bisa kembali terulang pada momentum Pilpres nanti. "Dengan begitu membuat masyarakat luas tersadar siapa sebetulnya pemimpin yang sedang membawa perubahan," ungkapnya.

Terkait penyebaran tabloid Indonesia Barokah sudah disusun rapi oleh orang tidak bertanggung jawab. Meski isi dalam konten menyudutkan, dan menyakitkan masyarakat.

"Pasti isinya tidak mencontohkan yang baik. Kalau ditanya yang bikin, bukan kami nomor 2," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini