BPN Enggan Tunjukkan 'War Room' Real Count Pemilu 2019

Senin, 22 April 2019 18:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
BPN Enggan Tunjukkan 'War Room' Real Count Pemilu 2019 Sudirman Said. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki war room sebagai tempat memasukkan data C1 di setiap TPS yang berada di seluruh wilayah Indonesia. Merespon itu, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyebut bahwa timnya enggan menunjukkan dapur pengawasan ke publik.

"Di berbagai partai politik koalisi kita, mereka juga punya dan kebijakan masing-masing. Tapi saya kira kan ada bagian-bagian dapur kita, kalau kita punya dapur kan tidak seluruhnya bisa dipertontonkan," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Menurut Sudirman, Pilpres 2019 bukanlah peperangan. Melainkan soal masing-masing kubu bersaing mengumpulkan data yang benar. Dia meyakini data yang diperoleh BPN valid.

"Ini bukan war kan, ini kompetisi tentu ada tim yang menghitung, ada tim yang memonitor di DPP masing-masing partai ada tapi di tim BPN juga ada. kita punya lapisan data yang berlapis-lapis yang Insya Allah akan memperkuat argumen kita," tuturnya.

Untuk diketahui, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menunjukkan war room sebagai tempat memasukkan data C1 di setiap TPS yang berada di seluruh wilayah Indonesia.

War room ini berada di Hotel Grand Melia, Kuningan. Di sana puluhan anak muda menginput foto data C1 yang diambil dari para saksi, kemudian memasukkan data tersebut ke dalam sistem IT.

Ketua Harian TKN, Moeldoko mengatakan, war room ini sudah bekerja selama kurang lebih 3 hari untuk memantau suara yang sebenarnya atau real count, bersumber pada C1. Total ada 240 orang yang bekerja dalam ruang tersebut.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, ini sebagai upaya pihaknya, agar tidak ada yang ditutup-tutupi. Khususnya dalam melakukan pengecekan suara.

"Di sini adalah sebuah tempat yang sangat terbuka untuk siapa pun. Karena memang tidak ada yang perlu kita sembunyikan. Karena memang kita ingin semuanya termanage dengan baik dan terbuka," katanya di Jakarta, Minggu (21/4).

Moeldoko menegaskan, apa yang dilakukan pihaknya juga seperti KPU, mengecek suara yang telah masuk di dalam data C1. "Jadi bukan suka-suka gue. Ini bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Dia juga mengutarakan, keberadaan war room sendiri, juga sebagai tempat untuk mengoreksi kalau terjadi sesuatu hal dengan KPU.

"Kalau ada yang tidak selaras dengan kita, nanti kita bisa mempertanyakan di mana letak tidak samanya. Kalau ada penyimpangan juga bisa dipertanyakan. Ini sekaligus menjadi alat kontrol kami," ungkap Moeldoko. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini