Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menetapkan Kecamatan Ampenan sebagai kecamatan tangguh bencana (Kencana). Penetapan ini bertujuan untuk memperkuat peran kecamatan dalam upaya antisipasi serta penanggulangan bencana di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Akhmad Muzaki, menjelaskan bahwa pembentukan Ampenan sebagai Kencana juga dimaksudkan untuk meningkatkan kolaborasi multipihak. Selain itu, program ini akan menyusun rencana terpadu dan memperkuat koordinasi antar-pelaku dalam upaya mitigasi serta penanggulangan bencana.
Program Kencana ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan pelayanan bencana di wilayah rawan. Mengingat kawasan Kecamatan Ampenan memiliki wilayah pesisir pantai yang rawan terhadap bencana abrasi dan banjir rob akibat gelombang pasang, inisiatif ini menjadi sangat krusial.
Advertisement
Advertisement
Strategi Penguatan Kesiapsiagaan dan Respons Bencana
Muzaki mengungkapkan bahwa penetapan program Kencana di Kecamatan Ampenan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah rawan bencana. Hal ini didasari oleh fakta bahwa sebagian besar kelurahan di dua kecamatan tersebut telah berstatus Desa Siaga Bencana (Destana).
Program Kencana diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan masyarakat dan mempercepat respons penanganan darurat. Inisiatif ini sangat relevan mengingat potensi bencana alam yang mengancam kawasan pesisir Ampenan, seperti abrasi pantai dan banjir rob.
Di sisi lain, program Kencana juga berfungsi sebagai jembatan strategis dalam menjalin hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Ini memfasilitasi penyampaian aspirasi dan ide-ide untuk upaya penanggulangan bencana yang lebih efektif dan partisipatif.
Advertisement
Advertisement
Peran Camat dan Koordinasi Multipihak dalam Kencana
Melalui program Kencana, aparat kecamatan kini dapat membuat rencana yang terstruktur dan terpadu dalam pengurangan risiko bencana. Ini juga memungkinkan mereka untuk mensinergikan upaya-upaya penanggulangan bencana agar lebih efektif dan terarah.
Program ini memberikan acuan yang jelas bagi keterlibatan seluruh pihak terkait dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan. Peran camat di daerah rawan bencana menjadi sangat penting dalam mendukung upaya ini melalui keikutsertaan pada gerakan Kencana.
Keikutsertaan camat merupakan bentuk pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat kecamatan, serta membantu pelaksanaan kewenangan pemerintah kota. Tujuannya adalah untuk perlindungan terhadap warga negara dari ancaman bencana.
Advertisement
“Program Kencana juga bisa menjadi jembatan koordinasi antarpelaku penanggulangan bencana,” kata Muzaki. Hal ini menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang baik antarlembaga serta komunitas dalam menghadapi potensi bencana.
Sumber: AntaraNews