BPBD Lebak Luncurkan 'Gebrak Susulumputan', Upaya Efektif Atasi Banjir dengan Kolaborasi Masyarakat

BPBD Kabupaten Lebak meluncurkan program inovatif 'Gebrak Susulumputan' untuk atasi banjir di wilayahnya. Gerakan ini melibatkan susur sungai dan pembersihan saluran air secara kolaboratif, menjanjikan solusi murah dan efektif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Lebak Luncurkan 'Gebrak Susulumputan', Upaya Efektif Atasi Banjir dengan Kolaborasi Masyarakat
BPBD Kabupaten Lebak meluncurkan program inovatif 'Gebrak Susulumputan' untuk atasi banjir di wilayahnya. Gerakan ini melibatkan susur sungai dan pembersihan saluran air secara kolaboratif, menjanjikan solusi murah dan efektif. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, secara resmi meluncurkan program 'Gebrak Susulumputan'. Program ini merupakan singkatan dari Gerakan Bersama Aksi Susur Sungai dan Saluran Mampet, yang bertujuan utama untuk kenyamanan masyarakat dalam upaya mengatasi banjir di daerah tersebut.

Peluncuran inisiatif strategis ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi banjir yang terus mengintai, terutama dengan curah hujan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat lokal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyatakan bahwa kegiatan 'Gebrak Susulumputan' dinilai lebih efektif dan berbiaya murah. Fokus utamanya adalah melakukan aksi susur sungai serta pembersihan saluran air yang tersumbat, termasuk di aliran sungai, drainase, dan selokan, guna mencegah terjadinya kebanjiran di berbagai wilayah.

Kolaborasi Efektif Melawan Banjir di Lebak

Program 'Gebrak Susulumputan' yang digagas oleh BPBD Lebak ini berlandaskan pada prinsip kerja sama dan partisipasi aktif. Sukanta menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini menjadi kunci keberhasilan dalam mengantisipasi dan menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda Kabupaten Lebak. Efektivitas program ini tidak hanya terletak pada aksi fisiknya, tetapi juga pada penghematan biaya operasional yang signifikan.

Inti dari program ini adalah pelaksanaan aksi susur sungai dan pembersihan menyeluruh pada saluran air yang mampet. Kegiatan ini mencakup berbagai titik vital seperti aliran sungai, sistem drainase perkotaan, hingga selokan-selokan di permukiman warga. Dengan demikian, diharapkan aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan genangan yang berujung pada banjir.

Mengingat bahwa beberapa hari terakhir curah hujan di wilayah Lebak masih menunjukkan intensitas tinggi, potensi terjadinya banjir tetap menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai langkah proaktif untuk meminimalisir dampak buruk dari kondisi cuaca ekstrem tersebut. Tujuannya adalah menjaga lingkungan tetap bersih, lancar, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.

Sukanta berharap program 'Gebrak Susulumputan' ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain mencegah banjir, inisiatif ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, sehingga potensi bencana dapat diminimalisir.

Peran Penting Masyarakat dan Edukasi Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran sungai. Tindakan ini sangat krusial untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mengantisipasi terjadinya banjir yang lebih parah.

DLH bersama BPBD setempat telah mengoptimalkan berbagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Fokus utama ditujukan kepada warga yang bermukim di bantaran aliran sungai, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan. Edukasi ini menjadi pilar penting dalam mengubah perilaku masyarakat.

Faktanya, masih banyak masyarakat yang kurang menyadari dampak negatif dari membuang sampah ke sungai. Kebiasaan buruk ini tidak hanya menjadi penyebab utama banjir, tetapi juga memicu pencemaran lingkungan yang serius. Terlebih lagi, di musim hujan, sampah yang menumpuk di sungai dapat menjadi sarang penyakit menular yang membahayakan kesehatan publik.

Sebagai langkah konkret, DLH telah memasang papan peringatan dan imbauan di sekitar aliran sungai. Papan-papan ini bertujuan untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian lingkungan. Edukasi dan peringatan ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam perilaku masyarakat.

Dukungan Penuh untuk Keberlanjutan Program

Dukungan dari berbagai pihak menjadi elemen vital bagi keberlanjutan program 'Gebrak Susulumputan'. Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengungkapkan harapannya bahwa program ini akan membawa dampak positif yang signifikan. Dampak tersebut tidak hanya terbatas pada pencegahan banjir, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Nana Mulyana dari DLH Kabupaten Lebak secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan aliran sungai adalah hal yang sangat penting, terutama karena sungai seringkali digunakan oleh warga untuk berbagai keperluan. Aktivitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) masih banyak dilakukan di sungai, sehingga kebersihannya harus terjamin.

Selain fungsi sosial bagi masyarakat, sungai juga merupakan habitat penting bagi berbagai ekosistem. Kelestarian flora dan fauna air sangat bergantung pada kualitas air sungai yang bersih dan tidak tercemar. Oleh karena itu, program 'Gebrak Susulumputan' tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada keseimbangan ekologi lingkungan.

Sinergi antara BPBD, DLH, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas banjir. Dengan adanya kesadaran kolektif dan aksi nyata, Kabupaten Lebak dapat menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mitigasi bencana yang efektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi