BOPI desak PSSI dan PT LIB tangani serius kasus pengeroyokan suporter Persija
Merdeka.com - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) angkat bicara terkait insiden pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirila (23) hingga meninggal dunia oleh oknum Bobotoh di Stadion Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9). Ketua BOPI Richard Sambera mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kemenpora, PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan Persija.
Menurut Richard, BOPI mengutuk keras peristiwa di GBLA dan berharap insiden ini menjadi yang terakhir di dunia olahraga profesional khususnya sepakbola. Kedua BOPI meminta PT Liga Indonesia Baru dan PSSI untuk bersikap sangat serius menangani kasus tersebut, karena kasus serupa pernah terjadi namun tidak diikuti dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang kongkrit.
"Jika PSSI dan PT LIB gagal menangani masalah ini dalam waktu satu minggu, kami berharap tidak melakukan kegiatan kompetisinya sebelum permasalahan ini teratasi dengan langkah-langkah yang kongkret," katanya dalam konferensi persnya di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/9) sore.
Ketiga, meminta klub-klub liga lebih aktif menertibkan kelompok suporternya termasuk melakukan pembinaan secara intens dan menyeluruh. Keempat, meminta semua elemen suporter sepakbola di Indonesia untuk menghentikan permusuhan dan fokus membangun kompetisi sepakbola profesional yang lebih mandiri dan bermartabat.
Kelima, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menyebarkan gambar-gambar atau video terkait insiden di Gelora Bandung Lautan Api maupun di stadion lain karena hal itu hanya akan memperkeruh suasana. Selain itu juga dapat meningkatkan tensi ketegangan dan semakin menimbulkan persepsi negatif tentang kompetisi sepakbola profesional di tanah air.
Terakhir, BOPI mengajak seluruh elemen olahraga profesional untuk terus meningkatkan kedewasaan dan sikap toleran, agar kegiatan olahraga profesional dapat terus berjalan dengan tata kelola yang semakin baik, mandiri dan profesional.
Sementara itu, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat dengan semua elemen. Kesimpulan rapat tersebut yaitu pertama, PSSI melalui komisi disiplin harus segera memberikan pusnishment kepada klub yang memang sudah melakukan hal kriminal. Kedua, tentu pihak PT Liga Indonesia Baru juga harus memberikan punishment yang tegas.
"Kami mendukung keputusan BOPI, sehingga nanti ini menjadi kewajiban PSSI maupun PT Liga untuk bisa menyelesaikan dengan segera," ujarnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya