Bolehkan driver ojek online tak puasa selama Ramadan? Ini jawabannya

Senin, 12 Juni 2017 18:00 Reporter : Dedi Rahmadi
Bolehkan driver ojek online tak puasa selama Ramadan? Ini jawabannya go-jek. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Beberapa waktu belakangan fenomena ojek online menjamur di kota-kota besar Indonesia. Hampir sebagian besar waktu para ojek berbasis aplikasi dihabiskan di jalanan.

Apakah pengemudi ojek online boleh tak puasa selama ramadan?

Di sini kita harus sangat hati-hati. Dari keterangan Syekh Sa'id, mereka tetap wajib berpuasa. Hanya saja mereka mendapat keringanan untuk membatalkan puasa dalam kondisi darurat yang sangat mendesak sekali atau sangat terpepet.

Driver ojek (motor) online boleh membatalkan puasa dalam kondisi haus yang tidak tertahankan karena cuaca di jalanan yang sangat panas. Di samping itu mereka juga boleh membatalkan puasa dengan ukuran beban kerja yang sangat berat seperti melayani belasan lebih penumpang sehingga membuatnya sangat lelah.

Keringanan untuk membatalkan puasa Ramadhan ini bersifat darurat, artinya kondisi sangat khusus sekali dan bersifat insidental pada beberapa hari tertentu yang memang membutuhkan keringanan. Keringanan ini tidak berlaku setiap hari karena bisa jadi belasan konsumen yang dilayani tidak berbanding lurus dengan beban kerjanya, yaitu ia hanya melayani penumpang jarak dekat pada cuaca teduh. Hal ini dimaksudkan agar keringanan ini tidak disalahgunakan.

Karena kondisi darurat tidak bisa diprediksi, driver ojek online tetap wajib memasang niat puasa setiap malam hari Ramadhan dan berusaha menjalankan puasanya hingga maghrib tiba. Sedangkan utang puasa yang dibatalkan karena darurat pada hari-hari tertentu harus dibayar (qadha) setelah Ramadhan selesai. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini