Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bocah Korban Bom di Samarinda Kembali Cerita Meski Tidak Lagi Sempurna

Bocah Korban Bom di Samarinda Kembali Cerita Meski Tidak Lagi Sempurna Novita Sagala, orang tua korban bom gereja di Samarinda. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - AS (7), bocah korban ledakan bom Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur, yang terjadi 13 November 2016 lalu, kini kondisinya semakin membaik. Keseharian dia begitu ceria meski fisiknya, terutama di bagian kepala tidak lagi sempurna.

AS tidak lama ini pulang dari pengobatan dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dia merupakan salah satu korban ledakan bom yang menyisakan trauma mendalam. Korban lainnya, Trinity Hutahean, masih dirawat di rumah sakit di China.

"Setelah dirawat 10 bulan di Kuala Lumpur, bulan November 2019 pulang ke Samarinda," kata ibu kandung AS, Anita Sagala (43), seorang PNS di Polresta Samarinda saat ditemui merdeka.com di kantornya, Senin kemarin.

Anita menerangkan, sepulang dari Kuala Lumpur, dia berupaya keras untuk memulihkan psikis AS yang kini duduk di bangku kelas I SD itu.

"Semisal menyibukkan waktu dia untuk les, belajar musik, dan menyanyi di gereja setiap hari Minggu," ujar Anita.

AS tidak lagi begitu takut mendengar bunyi ledakan, meski itu berasal dari permainan petasan anak seusianya.

"Hanya saja ke dokter dia takut. Pernah dia sakit saya bawa ke dokter. Lihat alat dokter saja dia histeris," ujar Anita.

"Kalau di sekolah, teman-temannya baik, welcome, dan AS mudah bergaul. Memang pernah diolok kakak kelasnya, pernah dikatain jelek. AS diam saja, tapi sedih. Saya korek cerita lagi dia tidak mau. Sepertinya, dia tidak mau buat mamanya sedih," sebut Anita.

Di sela pemulihan AS, Anita pun tetap intens berkomunikasi dengan keluarga Trinity. "Biarpun Trinity di China, kami komunikasi intens melalui video call, selalu kasih semangat. Selama seminggu, pasti ada komunikasi karena kami satu komunitas gereja," ungkap Anita.

Anita berharap, AS tetap memiliki masa depan yang baik, meski bagian belakang kepalanya dipasang balon lantaran cedera serius pascaledakan bom molotov itu.

"Saya sangat bersyukur, pengobatan di Kuala Lumpur tertutupi dengan bantuan netizen yang peduli. Waktu itu ada terkumpul sekitar Rp1 miliar dari bantuan netizen," demikian Anita.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP