Bocah 5 Tahun di Tasikmalaya Diculik Saat Pamit Beli Jajan

Rabu, 9 Oktober 2019 03:34 Reporter : Mochammad Iqbal
Bocah 5 Tahun di Tasikmalaya Diculik Saat Pamit Beli Jajan Ilustrasi Penculikan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocah berinisial YZ (5) asal Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya diduga menjadi korban penculikan pada Selasa (8/10). Dia diduga diculik saat berangkat sekolah.

Salah seorang keluarga korban, Pupun Purmayanti menyebut terakhir kali melihat YZ saat bersiap berangkat sekolah. Sebelum berangkat, anak dari pasangan Dede Disman dan Heaty Karani tersebut jajan sebentar di belakang rumah. "Namun ternyata tidak kembali-kembali," kata Pupun kepada wartawan.

Orang tua korban kemudian mengecek ke warung. Namun di sana Dede dan Heaty tidak menemukan sang buah hati.

"Orang tua YZ langsung bertanya kepada orang-orang sekitar. Jawaban yang didapatkan ternyata YZ dibawa oleh seorang dewasa naik angkot. Namun siapa-siapanya yang membawa tidak diketahui secara pasti," katanya.

Sang orang tua sempat menduga kalau anaknya diantarkan sekolah oleh keluarganya sehingga sempat bertanya kepada seluruh keluarga. Namun karena tidak ada yang mengantar, Dede dan Heaty melaporkan hal tersebut ke Polsek Cihideung, Resor Tasikmalaya Kota.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro saat dihubungi menyebut bahwa pihaknya baru menerima laporan dari Polsek Cihideung. Namun ia menyebut bahwa pihaknya harus menunggu 1x24 jam untuk bisa melakukan penyelidikan.

"Berdasarkan keterangan sementara, dari saksi ada yang melihat orang yang membawa anak tersebut tanpa pengetahuan orang tua. Ada juga rekaman CCTV. Nanti kita selidiki," ucapnya.

Pelaku penculikan YZ akhirnya bisa ditangkap setelah kabar kehilangan korban ramai di media sosial. Pelaku yang berinisial AI (28) ditangkap warga saat membawa korban di wilayah Kecamatan Cipedes.

Sinta (24) salah seorang saksi menyebut bahwa dia awalnya melihat pelaku tengah membawa korban. Hal itu terjadi saat Sinta sedang berada di depan rumah.

"Saya tidak curiga karena biasa kan ada yang membawa anak-anak mah. Tapi setelah diingat-ingat, laki-laki dan anak perempuan itu ciri-cirinya seperti orang hilang yang sempat saya obrolkan dengan teman-teman di grup WhatsApp," ujarnya.

Saksi kemudian meminta bantuan warga untuk menangkap pelaku. "Saat sadar sedang diikuti dia langsung mempercepat langkah dan berusaha untuk kabur. Saat itu saya meminta warga sekitar agar menangkap dan Alhamdulillah saat itu bisa langsung ketangkap," tuturnya.

Sinta menyebut bahwa saat itu pelaku langsung dibawa ke rumah Ketua RT setempat untuk diamankan sambil menunggu polisi datang.

"Saat ini pelaku dimasukan kedalam sel tahanan. Alhamdulillah tidak sampai 1x24 jam pelaku dan korban bisa ditemukan," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto.

Anom mengungkapkan bahwa saat ini sang anak dalam kondisi baik dan tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuhnya. Saat ini polisi masih memeriksa pelaku untuk mengungkap motifnya, termasuk dugaan keterlibatan pelaku dalam jaringan perdagangan anak.

"Kita masih dalami karena kan memang baru tertangkap. Statusnya sekarang masih sebagai saksi. Kalau bukti lengkap kita akan naikan statusnya sebagai tersangka dan akan dikenakan pasal 83 juncto 132 KUHP dengan ancaman kurungan 7 hingga 15 tahun penjara," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Penculikan
  2. Penculikan Anak
  3. Tasikmalaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini