Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usai dibunuh, bocah 4 tahun dijadikan patung oleh tetangganya

Usai dibunuh, bocah 4 tahun dijadikan patung oleh tetangganya ilustrasi borgol. © flagstaff-lawyer.com

Merdeka.com - Fahri Khusaini Romadhon, bocah berumur 4 tahun tewas setelah dianiaya tetangganya Solihin (22), warga Endrosono Gang 7 nomor 19, Surabaya, Jawa Timur. Untuk menghilangkan jejak, pelaku mencor tubuh korban dengan semen.

Diceritakan Muhammad Sanusi, paman korban, tubuh putra pasangan Misnawi dan Zubaidah itu ditemukan setelah sempat menghilang selama empat hari. Tubuh Fahri ditemukan dalam kondisi terlentang dan menyerupai patung di rumah Solihin, karena sekujur tubuhnya disemen oleh tersangka. Selanjutnya, tubuh korban langsung dievakuasi di kamar jenazah RSUD dr Soetomo untuk menjalani otopsi.

"Sejak hari Sabtu kemarin, keponakan saya tidak ada di rumah. Dia menghilang selama empat hari. Kemudian, tadi siang (19/2) keponakan saya ketemu di rumah Solihin," terang Sanusi di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Surabaya, Selasa (19/2).

Sanusi mengatakan, sebelum menghilang Fahri sempat ikut ayahnya, Misnawi yang bekerja di persewaan alat-alat sound sistem. "Sabtu malam, keponakan saya ikut ayahnya memasang alat-alat sound sistem di tempat hajatan di daerah dekat rumahnya di Jalan Endrosono," lanjut dia.

Tapi karena rewel, Misnawi akhirnya membawa pulang Fahri dan mengantarnya hanya sampai di depan gang rumahnya. "Sepulang bekerja, ayahnya mencari-cari anaknya yang tiba-tiba menghilang. Karena hingga empat hari pencarian tak membawa hasil, pihak keluarga akhirnya melapor ke Polsek Semampir," katanya.

Menurut Kapolsek Semampir Kompol Mudzakkir, tersangka sudah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Tersangka sudah kami amankan di kantor polisi. Kami masih melakukan penyelidikan, kami belum tahu apakah tersangka ini mengalami gangguan jiwa atau tidak. Untuk itu, kami juga akan memeriksa kejiwaan tersangka," kata Mudzakkir.

Mudzakkir mengatakan pihaknya masih meminta keterangan tersangka terkait pembunuhan dilakukan sesudah atau sebelum dicor dengan semen. "Kami juga belum memastikan apakah korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dijadikan patung atau meninggal saat dicor dengan semen," kata dia.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anom Wibowo yang ikut ke lapangan mengatakan pihaknya akan menunggu hasil autopsi terkait kematian korban. "Kita tunggu dulu hasil otopsinya bagaimana? Setelah dilakukan otopsi, mungkin kita bisa memastikan kematian korban, dan mengetahui motif kasus ini setelah memeriksa tersangka. Selain itu, kami juga telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan," tandas Anom.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP