Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNPT sebut kelompok teroris bisa cuci otak hanya dengan modal sinyal

BNPT sebut kelompok teroris bisa cuci otak hanya dengan modal sinyal Kemenkumham gandeng BNPT perkuat penanggulangan teroris. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya fenomena pencucian otak oleh kelompok teroris, lewat pemanfaatan teknologi informasi.

"Sekarang hanya modal sinyal, pelaku sudah bisa lakukan pencucian otak yang disebut fenomena lone wolf atau serigala tunggal," kata Suhardi saat diwawancarai usai latihan mitigasi terintegrasi di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Selasa (31/10).

Ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari pertemuan dengan jaringan radikalisme melalui dunia maya. Sebab jaringan radikal bisa melakukan baiat dalam suatu ruangan menggunakan media sosial.

"Usai dicuci ideologinya seorang bisa melakukan tindakan yang kurang baik. Cukup dengan online mereka bisa belajar ke basis jaringan teroris," ungkapnya.

Dijelaskan bahwa metode cuci otak (brain wash) sudah berhasil dilakukan para teroris, yakni saat membentuk satu kelompok kecil yang mengebom beberapa gereja di Surabaya.

"Jadi bekal informasi yang disebarkan dari media online jaringan teroris bisa pengaruhi pikiran seseorang. Ini yang perlu diwaspadai karena sangat berbahaya," jelasnya.

Oleh sebab itu pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk menanggulangi informasi yang menjurus kepada tindakan radikal di medsos.

"BNPT menyiapkan penanggulangan terorisme di tempat terbuka, dan ini akan rutin digelar setiap waktu di beberapa daerah," kata Suhardi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP