Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BNPB: Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust

BNPB: Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust Rumah-Rumah di Kampung Majangtengah yang Rusak Akibat Gempa. ©2021 Merdeka.com/Nanda Farikh Ibrahim

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, gempa yang terjadi di Malang, Jawa Timur bukanlah termasuk gempa jenis Megathrust, namun Gempa Menengah di Zona Beniof.

"Karena deformasi atau patahan batuan yang terjadi berada pada slab lempeng Indo-Australia yang menunjam dan tersubduksi menukik ke bawah Lempeng Eurasia di bawah lepas pantai selatan Malang," tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam konpers virtual, Minggu (11/4/2021).

Menurut Raditya, mekanisme sumber gempa Malang berupa pergerakan sesar naik atau thrust fault. Mekanisme sumber sesar naik ini sebenarnya sensitif terhadap potensi tsunami.

"Namun patut disyukuri bahwa gempa ini berada di kedalaman menengah dan dengan magnitudo 6,1 sehingga tidak cukup kuat untuk mengganggu kolom air laut, sehingga gempa ini tidak berpotensi tsunami," jelas dia.

Zona gempa selatan Malang sendiri merupakan kawasan aktif gempa. Berdasarkan catatan, gempa selatan Malang magnitudo 6,1 ini berdekatan pusat gempa merusak Jawa Timur yang terjadi pada masa lalu yakni tahun 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972.

"Dampak gempa ini mencapai skala intensitas maksimum V-VI MMI, dalam peta tingkat guncangan berwarna kuning, sehingga gempa ini berpotensi merusak. Estimasi peta tingkat guncangan BMKG yang dikeluarkan 15 menit setelah gempa cukup akurat dan ternyata benar gempa ini banyak menimbulkan kerusakan bangunan rumah," Raditya menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP