BNN Obok-Obok Kampung Bahari, Warga Melawan Lemparkan Batu, Kembang Api Bahkan Todongkan Samurai ke Petugas

Kedatangan polisi mendapat perlawanan dari warga. Mereka nekat melemparkan busur panah, batu hingga menodongkan samurai ke arah petugas. Tidak ada korban.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
BNN Obok-Obok Kampung Bahari, Warga Melawan Lemparkan Batu, Kembang Api Bahkan Todongkan Samurai ke Petugas
BNN Obok-Obok Kampung Bahari, Warga Melawan Lemparkan Batu, Kembang Api Bahkan Todongkan Samurai ke Petugas (Merdeka.com)

Ratusan personel dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Brimob menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/10). Disinyalir, daerah tersebut rawan peredaran narkoba.

Kedatangan tamu tak diundang itu mendapat perlawanan dari warga. Busur panah dan batu 'terbang' di langit Kampung Bahari. Bahkan, ada yang nekat menodongkan samurai ke arah petugas. Namun tak lama situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya korban luka.

Pasukan gabungan langsung menyasar sebuah indekos berwarna oranye dan lapak di tepi rel. Keduanya disinyalir sebagai pusat transaksi sabu di kawasan padat itu.

"Jadi ini perintah dari Pak Kepala BNN RI bersama-sama juga dengan Pak Kabareskrim menyampaikan satu kegiatan dimana kita akan melakukan penindakan terhadap beberapa titik yang disinyalir ada di daerah rawan narkoba," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan kepada wartawan, Rabu (5/11).

"Kita sudah mengantisipasi kalau ada perlawanan, ternyata benar," ucap dia.

Setelah situasi kondusif, petugas mulai megepung dua titik yang disinyalir jadi markas pengedar. Hasilnya, 18 orang berhasil diamankan. Sejumlah barang bukti narkoba dan perlengkapan penggunaan turut disita.

Dari lapak pertama, petugas mengamankan sabu seberat sekitar 100 gram lebih dan 50 butir ekstasi bergambar Transformer dan LV. Selain itu, ditemukan pula berbagai alat isap, timbangan digital, serta perlengkapan pakai sabu.

Di lapak-lapak lainnya, polisi menemukan puluhan alat hisap, timbangan digital, plastik klip kosong, serta uang tunai ratusan ribu rupiah yang diduga hasil penjualan barang haram tersebut.

Dari kamar indekos berwarna oranye, petugas menyita 20,33 gram sabu, 38,84 gram ganja, dua butir ekstasi, uang tunai Rp7,2 juta, serta sembilan ponsel milik para pelaku.

"Ada jenis sabu dan ada ekstasi, Kemudian ada beberapa alat isap bong. Karena kita belum kelompokkan beberapa ini, termasuk ada uang. Kita sedang identifikasi dan klasifikasikan Barang bukti yang ada di TKP dan barang bukti yang ada pada bandar," ucap dia.

BNN gerebek kampung bahari, tanjung priok
BNN gerebek kampung bahari, tanjung priok Liputan6.com

Menurut Brigjen Roy, pemeriksaan awal menunjukkan ada modus lama yang masih dipakai para pengedar. Setiap orang yang datang ke lokasi akan diajak masuk ke dalam lapak dan diminta mencoba atau membeli barang.

"Kalau kita lihat dari hasil interogasi beberapa tersangka dan saksi yang ada Jadi modusnya itu mereka, setiap orang yang hadir ke sana diajak untuk masuk ke dalam. Kemudian di dalam mereka minta untuk mencoba atau beli barang dari hasil yang sudah mereka siapkan terhadap buang-buang yang ada di lokasi," ucap dia.

BNN gerebek kampung bahari, tanjung priok
BNN gerebek kampung bahari, tanjung priok Liputan6.com

Roy mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk memburu bandar besar yang diyakini menjadi pengendali jaringan.

"Ada juga beberapa target yang kami kembangkan dari hasil analisis oleh intelijen untuk mendapatkan beberapa orang atau beberapa profil untuk kita kejar," ucap dia.

Rekomendasi