BMKG Sebut Asap Kebakaran Hutan Perburuk Kualitas Udara di Pekanbaru
Merdeka.com - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, kualitas udara di Kota Pekanbaru melonjak hingga 300 mikrogram per meter kubik (µg/m3) sejak 9 hingga 13 September 2019. Angka tersebut melampaui nilai ambang batas (NAB) harian PM10 sebesar 150 µg/m3.
BMKG mengukur kualitas udara dengan parameter kandungan PM10 (partikulat matter 10) yaitu partikel yang ada di udara berukuran di bawah 10 mikrogram sehingga bisa membahayakan bila terhirup oleh manusia. Selain di Pekanbaru, wilayah lain yang kualitas udaranya juga sudah mulai melebihi ambang batas yaitu Jambi, terhitung sejak tanggal 12-13 September.
Sementara untuk kualitas udara wilayah Kalimantan yang juga telah melampaui nilai ambang batas adalah Sampit dengan kandungan PM10 di udara lebih dari 150 mikrogram per meter kubik sejak 4 September.
Walaupun kualitas udara di Sampit membaik, di bawah nilai ambang batas pada 8-10 September, namun parameter kembali melonjak mulai 11 September hingga kini. Yang paling parah kandungan PM10 di udara mencapai hampir 600 mikrogram per meter kubik pada 13 September, menurut Dwikorita.
"Sampit merah sejak tanggal 4 September sudah di atas ambang batas. Sekarang berada di atas ambang batas cukup jauh," kata Dwikorita seperti dilansir dari Antara, Sabtu (14/9).
Dia menjelaskan kualitas udara terus berfluktuasi pada jam-jam tertentu dan tidak sepanjang hari berada dalam kondisi yang buruk. Dirinya mencontohkan di Pekanbaru pada pukul 06.00 WIB hari ini mengalami penurunan kandungan PM10 hingga di bawah ambang batas yang disertai menurunnya asap akibat karhutla.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya