Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BMKG: Pusat gempa Tasikmalaya di darat, disebabkan lempeng Indo-Australia

BMKG: Pusat gempa Tasikmalaya di darat, disebabkan lempeng Indo-Australia Gempa di Tasikmalaya. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan penyebab gempa di Tasikmalaya karena aktivias subduksi lempang Indo-Australia.

"Gempa bumi selatan Jawa ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah, akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempang Eurasia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, Sabtu (16/12).

Saat gempa terjadi pukul 23.47 WIB, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan 6.9 SR dengan koordinat episenter pada 7,75 LS dan 108,11 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada kedalaman 120 kM.

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di daerah Jakarta II-III, Bandung III-IV MMI, Depok II-III MMI, Karangkates III-IV MMI, Ngawi II MMI, Madiun II MMI, Nganjuk II MMI, Bandung II MMI, Mataram II MMI, Kebumen III-IV, Yogyakarta III MMI Guncangan gempa bumi ini dilaporkan terasa di pesisir Selatan Pulau Jawa," lanjutnya.

Hingga hari Sabtu, (16/12) pukul 01.05 WIB, hasil monitoring BMKG telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak tiga kali dengan kekuatan terbesar 3.4 SR.

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Tasikmalaya diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya," imbau Riyadi.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP