Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan yang berlibur di Jawa Tengah (Jateng) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem pada hari kedua Lebaran 2026, Minggu (22/3). Peringatan ini mencakup sejumlah destinasi wisata populer di wilayah pegunungan dan pesisir selatan Jateng.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyatakan bahwa potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di kawasan pegunungan tengah Jateng. Selain itu, gelombang laut kategori sedang juga diwaspadai di sepanjang pantai selatan Jateng.
Imbauan ini dikeluarkan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan para pelancong yang memanfaatkan momen libur Lebaran untuk mengunjungi berbagai objek wisata. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Potensi Hujan di Destinasi Wisata Pegunungan
Sejumlah destinasi wisata favorit di pegunungan tengah Jateng diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga sedang pada Minggu (22/3) siang hingga sore hari. Kawasan seperti Baturraden di Kabupaten Banyumas, Goa Lawa di Kabupaten Purbalingga, serta Dieng di Kabupaten Banjarnegara, termasuk dalam wilayah yang berpotensi hujan.
Selain itu, objek wisata Guci di Kabupaten Tegal juga tidak luput dari potensi guyuran hujan pada waktu yang sama. Teguh Wardoyo menekankan pentingnya bagi wisatawan di area-area tersebut untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Perubahan cuaca mendadak dapat memengaruhi kenyamanan aktivitas liburan dan berpotensi menimbulkan risiko tertentu. Oleh karena itu, persiapan seperti membawa payung atau jas hujan sangat disarankan bagi pengunjung yang berencana berwisata ke daerah pegunungan.
Advertisement
Advertisement
Peringatan Gelombang Sedang di Pantai Selatan Jateng
Bagi wisatawan yang memilih objek wisata pantai di pesisir selatan Jateng, mulai dari Cilacap hingga Purworejo, BMKG mengeluarkan imbauan khusus. Meskipun tinggi gelombang diprakirakan masih dalam kategori sedang, masyarakat diminta untuk tidak mandi atau berenang di laut.
Tinggi gelombang di perairan selatan Jateng diprakirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin mencapai 10-35 kilometer per jam atau 5-18 knot. Kondisi ini, meskipun terlihat tidak terlalu ekstrem, tetap menyimpan bahaya signifikan bagi aktivitas wisata bahari.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter sudah berisiko bagi perahu nelayan. Bahkan, kecepatan angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter dapat membahayakan tongkang. Oleh karena itu, Teguh Wardoyo menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap berbahaya bagi kegiatan di laut.
Advertisement
Selain potensi gelombang, wilayah pantai selatan Jateng juga berpotensi mengalami hujan ringan pada Minggu (22/3) sore. Kondisi ini dapat semakin memengaruhi kenyamanan serta keselamatan para wisatawan yang berkunjung ke area pesisir.
Advertisement
Imbauan Keselamatan dan Akses Informasi Cuaca Terkini
Guna menjaga keselamatan selama masa libur Lebaran, masyarakat diimbau untuk proaktif memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi. BMKG menyarankan agar setiap wisatawan mengikuti arahan dan petunjuk dari petugas yang berjaga di lokasi wisata.
Pemantauan informasi cuaca dapat dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan yang tidak terduga. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama agar liburan dapat berjalan lancar dan aman tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Informasi cuaca terkini untuk sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah dapat diakses dengan mudah melalui laman resmi BMKG. Teguh Wardoyo menyebutkan bahwa data lengkap tersedia di https://stamet-ahmadyani.bmkg.go.id/index.php?page=wisata, yang dapat menjadi panduan bagi para pelancong.
Advertisement
Sumber: AntaraNews