BMKG Duga Polusi Udara di Semarang Akibat Asap Kendaraan dan Bakar Sampah Sembarangan

Jumat, 6 September 2019 03:20 Reporter : Danny Adriadhi Utama
BMKG Duga Polusi Udara di Semarang Akibat Asap Kendaraan dan Bakar Sampah Sembarangan Sidang Perdana Gugatan Polusi Udara Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga kualitas udara di Semarang banyak dipengaruhi polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor. Pemicu polusi udara kurangnya kesadaran masyarakat dengan membakar sampah sembarangan, dan seiring bertambahnya kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat.

"Paling utama banyak warga yang bakar-bakar sampah sembarangan, sedangkan asap kendaraan bermotor mengeluarkan karbon monoksida juga mengeluarkan karbon dioksida," kata Kasi Data Informasi dan Komunikasi Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iis Widya Harmoko, Kamis (5/9).

Dia menyebut masalah kualitas udara di Kota Semarang belum bisa dikatakan baik atau buruk, sebab tidak seperti Jakarta. Karena pihaknya hanya mempunyai alat Suspendet Particulate Matter (SPM) saja.

"Kami belum bisa menyatakan kualitas udaranya belum bisa dikatakan buruk atau tidak. Sebab kami belum mendapatkan Suspendet Particulate Matter yang buruk atau tidak," ujarnya.

Terkait polusi udara, lanjutnya, sebenarnya ada Undang-Undang (UU) yang mengatur untuk pembakaran sampah, harusnya kita perlu sosialisasi masyarakat, mengurangi, memanfaatkan, dan mengolah kembali sampah tersebut.

"Jadi kendaraan juga harus diperhatikan, kendaraan yang lama kan itu masih belum ada standarnya jadi bisa menyebabkan polusi udara," tutup Iis Widya Harmoko. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Polusi
  2. BMKG
  3. Kabut Asap
  4. Semarang
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini