Bima Arya Harap RW Siaga Cegah Pemudik

Kamis, 21 Mei 2020 23:45 Reporter : Rasyid Ali
Bima Arya Harap RW Siaga Cegah Pemudik Bima Arya. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto berharap banyak pada Rukun Warga (RW) Siaga untuk mengantisipasi arus mudik jelang Idul Fitri selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bima juga mengecek langsung kesiapan dua titik RW Siaga di wilayah Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat. Peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan wilayah dalam mengantisipasi arus mudik ke Kota Bogor.

"Saya mengecek bagaimana di wilayah, terutama di RT/RW, bisa mengantisipasi arus mudik. Kebijakan Pemkot melarang mudik keluar dan masuk. Tetapi kalaupun ada yang bandel dan nakal kita harus bisa mengantisipasinya," katanya, Kamis (21/5).

Dia mencontohkan, RW 03, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, pemuda setempat secara gotong royong menerapkan RW Siaga dengan sistem piket sebanyak 10 orang per harinya.

"Mereka punya satu sistem di mana kalau nekat mudik harus mengisi formulir kemudian ada sistem isolasi 14 hari," jelasnya.

Selain itu, warga juga bahu membahu menyediakan dapur umum untuk memproduksi makanan siap santap kemudian dibagikan kepada keluarga kurang mampu terdampak Covid-19. Bima kemudian meluncur ke RW Siaga di RW 08 Komplek Pertanian, Kelurahan Menteng, Bogor Barat.

"Di sini juga sistemnya bagus, warga menerapkan sistem pintu keluar masuk area satu pintu. Pintu lain ditutup. Bahkan RW 08 ini memiliki ruangan khusus isolasi. Jadi, bagi yang nakal, saudaranya di bawa ke sini harus isolasi di situ (balai RW) selama 14 hari," terangnya.

Warga juga membangun lumbung pangan, yang dikumpulkan swadaya baik dari warga setempat maupun bantuan dari masyarakat lain untuk kemudian disebarkan kepada warga yang membutuhkan atau terdampak Covid-19.

"Saya minta agar semua RT dan RW lainnya ikut siaga, mengantisipasi para pemudik yang membandel ini supaya tidak membawa virus masuk ke kota Bogor," katanya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Menteng, Bogor Barat, Zakaria mengatakan, pengetatan tersebut sudah dilakukan sejak pertengahan Maret 2020 untuk melindungi warganya dari penyebaran virus Corona.

"Untuk tamu yang masuk ke RW 08 wajib menggunakan masker dan mencuci tangan di pintu gerbang RW 8. Terus di cek suhu tubuhnya, terus mengisi buku tamu untuk kontrol kita. Kalau penghuni, cukup cuci tangan dan pakai masker. Tapi sejak ada larangan mudik kami tambahkan ruang isolasi khusus ini," jelasnya.

"Tempat isolasi itu sengaja kita bikin bagi para saudara atau kerabat dari warga yang nekat mudik ke sini. Semoga tidak terpakai ya. Kami juga imbau kepada warga yang ada di RW 8 untuk tahun sekarang agar saudaranya dari luar Kota Bogor tidak datang dulu ke sini. Misalkan ada yang nekat, kita tempatkan di tempat isolasi yang tadi," pungkas Bima. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini