Bikin Status Hoaks Terkait Gunung Agung, Yustiawan Dicari Polisi

Sabtu, 30 Maret 2019 01:32 Reporter : Moh. Kadafi
Bikin Status Hoaks Terkait Gunung Agung, Yustiawan Dicari Polisi Warga di Bali dicari polisi karena status hoaks soal Gunung Agung. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - I Gusti Bagus Yustiawan berurusan dengan polisi usai mengunggah status hoaks terkait Gunung Agung. Dalam status tersebut, Yustiawan berharap Gunung Agung yang erupsi menghancurkan Kabupaten Karangasem, Bali. Status tersebut viral dan membuat geram masyarakat.

"Kemarin ada di meng-update status kemudian dari pihak Polsek Selat untuk langkah mengantisipasi, dicari. Untuk kita tahu apa maksud dari status tersebut," ucap Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom saat dihubungi, Jumat (29/3).

Polisi sudah mencari Yustiawan namun tidak diketemukan keberadaannya. Kemudian perangkat desa menyerahkan Yustiawan ke Mapolsek Selat.

Setelah ditanyai polisi, pria tersebut ternyata sedang dalam pengaruh alkohol. Jadi pada saat Gunung Agung erupsi, Kamis (28/3), pria tersebut bersama teman-temannya sedang pesta miras. Saat itulah ia mengunggah status yang dianggap meresahkan warga.

"Ternyata dia meng-update status itu dipengaruhi oleh minuman pada saat gunung sedang erupsi. Dia sedang kumpul-kumpul sama teman-temannya. Jadi dia meng-update tidak ada maksud apa-apa. Kebetulan juga dia orang lokal sana," jelas Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, pria tersebut mengaku sempat diberitahu teman-temannya bahwa statusnya viral. Kemudian pada saat itu juga dihapus oleh yang bersangkutan. Setelah itu datang ke Mapolsek Selat untuk meminta maaf.

"Makannya tadi begitu dia dikasih tau sama temannya bawah statusnya jadi ramai langsung, dia hapus sendiri. Setelah itu baru dia datang ke Polsek jadi waktu pagi dia sudah hapus. Makannya begitu di Polsek kita interogasi dan memang teman-teman menyampaikan pada saat itu sedang kumpul-kumpul dan dia meng-update dipengaruhi oleh alkohol," jelas Kapolres.

Pria tersebut lantas membuat pernyataan menyesal dan meminta maaf melalui video yang dibuat di kantor polisi.

"Akhirnya dia mengklarifikasi dan membuat video untuk meminta maaf kepada masyarakat," ujar Kapolres. [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini