BIG Dorong Materi Geospasial Masuk Kurikulum Sekolah untuk Tingkatkan Pemahaman Geografis

Badan Informasi Geospasial (BIG) mendesak agar materi geospasial diintegrasikan ke dalam kurikulum SD hingga SMA, bertujuan memperkuat pemahaman geografis dan aspek keruangan sejak dini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BIG Dorong Materi Geospasial Masuk Kurikulum Sekolah untuk Tingkatkan Pemahaman Geografis
Badan Informasi Geospasial (BIG) mendesak agar materi geospasial diintegrasikan ke dalam kurikulum SD hingga SMA, bertujuan memperkuat pemahaman geografis dan aspek keruangan sejak dini. (AntaraNews)

Badan Informasi Geospasial (BIG) secara aktif mendorong agar materi geospasial dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Inisiatif ini mencakup jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman geografis dan aspek keruangan di kalangan pelajar sejak usia dini.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Informasi Geospasial (PPKIG) BIG, Ratna Sari Dewi, menyampaikan urgensi ini di Jakarta. Ia menyoroti bahwa kurikulum saat ini belum sepenuhnya memasukkan materi geospasial secara komprehensif, terutama di pendidikan dasar dan menengah. Kondisi ini menyebabkan kesenjangan pemahaman yang signifikan.

Dorongan dari BIG ini muncul setelah Ratna menemukan banyak siswa yang memiliki keterbatasan dalam memahami letak geografis. Bahkan, beberapa siswa tidak mampu menunjukkan lokasi kota penting atau ibu kota provinsi tertentu di peta. Situasi ini dianggap mengkhawatirkan dan memerlukan intervensi kurikulum yang lebih kuat.

Urgensi Pemahaman Geospasial Sejak Dini

Ratna Sari Dewi mengungkapkan kekhawatirannya yang mendalam mengenai rendahnya pemahaman geospasial di kalangan siswa. Ia menemukan bahwa banyak pelajar, bahkan yang akan magang di institusi geospasial, masih kesulitan mengidentifikasi lokasi geografis dasar. Hal ini menunjukkan adanya celah besar dalam pendidikan geografi yang ada.

"Ada anak mau magang di tempat kami. Karena kami dari geospasial, saya tanya peta di ruangan saya, meminta anak itu tunjuk kota Surabaya. Anak itu tidak bisa bisa menunjukkan. Saya tanya, ibu kota Jawa Barat, juga dia tidak tahu," kata Ratna. Pengalaman ini menjadi pemicu utama bagi BIG untuk mendorong perubahan kurikulum.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pendidikan geografi di Indonesia perlu diperkuat dengan materi yang lebih relevan dan aplikatif. Integrasi geospasial ke dalam kurikulum diharapkan dapat mengisi kekosongan ini. Pemahaman yang kuat tentang geospasial sangat penting untuk membentuk generasi yang melek informasi keruangan.

Literasi geospasial bukan hanya tentang menghafal nama tempat, tetapi juga memahami hubungan antar lokasi, analisis data spasial, dan pemanfaatan teknologi peta. Kemampuan ini krusial untuk berbagai aspek kehidupan, mulai dari perencanaan kota hingga mitigasi bencana.

Upaya BIG Memperluas Literasi Geospasial

Selain fokus pada integrasi materi geospasial ke dalam kurikulum sekolah, BIG juga aktif mendukung program pelatihan. Pelatihan ini ditujukan khusus bagi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di berbagai wilayah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pemanfaatan informasi geospasial di tingkat pemerintahan daerah.

BIG juga siap memberikan akreditasi bagi program pelatihan geospasial yang diselenggarakan oleh daerah. Akreditasi ini penting untuk memastikan bahwa pelatihan yang diberikan memiliki kualitas standar dan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Hal ini menjamin materi yang diajarkan relevan dan bermanfaat.

"Kami mendorong jika ada daerah juga menyelenggarakan pelatihan geospasial, silahkan. Kami nanti mengakreditasi, memastikan pelatihan yang diberikan itu sesuai dengan kurikulum yang sudah ada, sehingga menjadi lebih luas lagi pelaksanaannya," jelas Ratna. Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi geospasial secara signifikan.

Dengan adanya dukungan dan akreditasi dari BIG, diharapkan lebih banyak pihak yang terlibat dalam pengembangan literasi geospasial. Peningkatan pemahaman dan pemanfaatan informasi geospasial di berbagai sektor menjadi target utama dari program-program yang digagas oleh Badan Informasi Geospasial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi